Salah seorang pengunjung tampak memperhatikan salah satu senjata kuno yang dipamerkan UPTD Muesum dan Taman Budaya SUlawesi Tenggara Kendari – Pameran senjata Provinsi Sulawesi Tenggara resmi dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui UPTD Museum dan Taman Budaya Sulawesi Tenggara.
Pameran Senjata masa lampau itu digelar mulai tanggal 16 hingga 20 oktober 2023, dan dapat dinikmati oleh masyarakat umum secara gratis.
Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Sulawesi Tenggara, Laudin menjelaskan pameran senjata tradisional masa lampau dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang senjata tradisional masa lampau.
“Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang senjata yang digunakan untuk berburu, bertahan hidup dan melawan musuh dimasa lampau, diharapkan dengan pameran senjata dapat meningkatkan semangat heroism membela bangsa dan Negara” jelasnya.
Benda-benda sejarah yang dipamerkan itu berasal dari koleksi museum Sulawesi Tenggara, Pemuda Pelestari Senjata Tradisional Sulawesi Tenggara, Komunitas Pemerhati Pusaka Sulawesi Tenggara, Koleksi Pusaka Buton Selatan dan dari Museum Bharaguno Wuna.
Ada beberapa senjata tradisional masa lampau yang menarik perhatian pengunjung, seperti Trisula yang ditemukan di Kabupaten Konawe, terbuat dari kayu dengan tiga bilah dari baja digunakan sebagai senjata untuk membela diri.
Peluru meriam ditemukan dalam kompleks Benteng Rotterdam Ujung Pandang, sebagai persediaan amunisi perang masa penjajahan di Sulawesi.
Keris Tongkat yakni Keris dengan sarung berbentuk tongkat bilahnya pendek dengan gagang berbentuk kepala manusia berfungsi sebagai hiasan berasal dari Kabupaten Muna, hingga berbagai senjata tradisional masa lampau dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Pameran senjata kuno tersebut menarik banyak minat warga dan pelajar di kota kendari, dan diharapkan dapat memberikan edukasi dan pembelajaran mengenai benda-benda peninggalan sejarah di Sulawesi Tenggara. (RK)
Tidak ada komentar