Pemkot Kendari Catatkan Kepesertaan JKN KIS Capai 97,89 Persen

waktu baca 5 menit
Kamis, 16 Nov 2023 14:06 197 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID ; Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari belum lama ini meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan. Penghargaan ini diberikan karena Pemkot berhasil mengikutsertakan sebanyak 340.055 jiwa dalam program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, drg. Rahminingrum mengungkapkan, sukses Kota Kendari meraih predikat UHC secara otomatis seluruh masyarakat berhak mendapatkan layanan kesehata secara gratis diseluruh fasilitas layanan kesehatan.

“Pemerintah melalui berbagai program baik itu JKN KIS, Jamkesda dan jaminan kesehatan lainnya berupaya agar masyarakat dapat layanan kesehatan gratis,” ungkapnya, kemarin.

Rahminingrum menambahkan, Pemkot menargetkan pada 2024 kepesertaan JKN KIS di Kota Kendari bisa mencapai 98 persen sehingga layanan kesehatan gratis bisa mengcover seluruh masyarakat dengan manfaat gotong royong yang diterima dari BPJS Kesehatan dan masyarakat yang taat membayar iuran kesehatan.

“Kita berusaha mewujudkan partisipasi pemerintah daerah dalam mendukung sosialisasi keberhasilan implementasi program JKN-KIS, serta monitoring dan evaluasi fasilitas layanan peserta JKN-KIS tanpa diskriminasi,” kata Rahminingrum.

Sekedar informasi, di Kota Kendari masih terdapat sebanyak 64.694 warga yang belum berpartisipasi dalam program JKN KIS. Puluhan ribu warga itu diupayakan berpartisipasi dalam program ini sehingga bisa mewujudkan UHC sempurna.

Targetkan Penurunan Stunting Hingga 14 Persen

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menargetkan penurunan angka stunting hingga 14 persen pada 2024. Saat ini, prevalensi stunting Kota Lulo tercatat sebesar 19,5 persen. Guna menekan kasus gagal tumbuh itu, Pemkot Kendari menyalurkan bantuan pangan tambahan kepada Bayi Dua Tahun (Baduta).

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu bersama jajaran sempatkan foto bersama masyarakat penerima bantuan makanan tambahan untuk mencegah stunting.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengatakan pemberian bantuan pangan tambahan sangat penting dalam rangka menekan dan mencegah potensi stunting di daerah.

“Pencegahan stunting merupakan satu dari tujuh arahan Pak Presiden. Ini kita harus sukseskan. Anak-anak di Kota Kendari kita upaya bebas dari stunting,” ungkap Asmawa Tosepu usai menyalurkan bantuan pangan tambahan di Pelataran Dinas Pengendalian Penduduk dan KB.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.

Asmawa mengungkapkan, bantuan pangan tambahan kepada Baduta berpotensi stunting bersumber dari Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) Aparatur sipil Negara (ASN) Pemkot Kendari yang dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Total bantuan yang disalurkan, kata Asmawa, sebesar Rp 44 juta dalam bentuk bantuan pangan tambahan dan uang tunai. Kedepan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan bantuan serupa sehingga bisa mewujudkan target penurunan stunting sebesar hingga 14 persen pada 2024.

Kepala Biro Umum Kemendagri ini menambahkan, tahun lalu angka prevalensi stunting di Kota Kendari berhasil ditekan sebanyak 4,5 persen menjadi 19,5 persen dibanding sebelumnya sebesar 24 persen.

“Berkat pencapaian yang cukup signifikan inilah yamg menempatkan Kota Kendari sebagai salah satu dari tiga kota percontohan penangganan stunting di Indonesia. Salah satu program yang riil yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat dalam rangka penurunan stunting ini adalah gerakan orang tua asuh stunting dan pemberian bantuan seperti yang kita laksanakan saat ini (kemarin)” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Kendari, drg. Rahminingrum mengungkapkan, sebanyak tiga kecamatan di Kota Kendari memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Tiga kecamatan itu yakni Kendari Barat (79 kasus) Kendari (76 kasus), dan Kecamatan Puuwatu (66 kasus).

Lanjut dia, tingginya prevalensi stunting ditiga kecamatan itu dipengaruhi kurangnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif terhadap balita termasuk makanan tambahan pendamping ASI. “Para balita kurang mendapatkan ASI,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penanganan, kata Rahminingrum, pemerintah Kota Kendari telah menggalakkan program orang tua asuh ditiga kecamatan tersebut. Program tersebut mewajibkan seluruh pejabat lingkup Pemkot Kendari untuk mendampingi seluruh balita yang stunting.

“Pemerintah bersama stakeholder terkait bahu membahu untuk meringankan beban keluarga yang memiliki baduta stunting. Selain program orang tua asuh, Pemkot Kendari juga masih memberikan bantuan makanan tambahan kepada anak berpotensi ,” ungkap Rahminingrum.

Meski masih terdapat balita stunting, namun secara umum kata Rahminingrum, prevalensi stunting Kota Kendari berada dibawah angka prevalensi stunting nasional. Saat ini, prevalensi stunting Kota Kendari tercatat hanya 19,5 persen dari sebelumnya tercatat sebesar 24 persen.

Cegah Stunting, Bentuk Kampung Anak Sejahtera

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP – PKK) Kota Kendari, Siti Chomza Asmawa mendukung penuh pembentukan kampung anak sejahtera (KAS) di Kota Lulo. Menurutnya, kehadiran KAS sangat penting untuk mencegah masalah stunting dan gizi buruk didaerah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari, Siti Chomza Asmawa (keempat dari kiri) didampingi Ketua Dekranasda Kota Kendari, Irma Ridwansyah Taridala (keempat dari kanan) sempatkan foto bersama usai rapat pembentukan KAS di Balai Kota Kendari.

Sitti Chomza mengungkapkan, sebagai bentuk dukungan terhadap pembentukan KAS, pihaknya akan aktif dalam penyelenggaraan posyandu.

“Kader PPK terus berupaya menggerakkan masyarakat ke posyandu dan fasilitas kesehatan untuk memantau kesehatan anak balita dan ibu hamil,” ungka Siti Chomza usai membuka Rapat Pembentukan KAS di Balai Kota Kendari.

Selain itu, Siti Chomza juga memastikan semua Kader PKK baik ditingkat Kelurahan maupun Kecamatan ikut mensosialisasikan tentang masalah stunting dan pencegahannya kepada masyarakat.

Istri Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari ini berharap, pembentukan KAS bisa menjadi program pendampingan masyarakat untuk mencegah potensi stunting dan gizi buruk pada anak lewat pemberian asupan gizi, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Tujuan utama Kampung Anak Sejahtera ini bagaimana kita meningkatkan kesejahteraan anak mulai dari kesehatannya hingga pendidikannya. Kami harap semua kelurahan di Kota Kendari bisa terbentuk Kampung Anak Sejahtera,” kata Siti Chomza.

Sekedar informasi, Pilot Project pembentukan Kampung Anak Sejahtera di Kendari akan dilaksanakan di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat. Penetapan Punggaloba sebagai pilot project KAS karena angka kasus stunting yang cukup tinggi di kelurahan tersebut.

(adv) 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA