Pj Wali Kota Kendari, H. Asmawa Tosepu (ketiga dari kiri) didampingi Sekot Ridwansyah Taridala (ketiga dari kanan) berserta jajaran sempatkan foto bersama usai menerima penghargaan APE dari Kementerian PPPA RI di Jakarta, Selasa (19/12/2023). (FOTO : AGUS SETIAWAN/ KENDARI POS) Kendari, RadarKendari.id – Masyarakat Kota Kendari patut berbangga dipimpin Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, H. Asmawa Tosepu. Berkat tangan dinginnya, permasalahan warga dan perkotaan satu persatu mulai teratasi.
Konsisten dan kerja keras serta rasa kebersamaan yang dibangun bersama jajaran menuai prestasi dan apresiasi dari berbagai pihak. Berikut sederet prestasi H. Asmawa Tosepu saat memimpin Kota Lulo pasca dilantik 10 Oktober 2022.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu menerima penghargaan Adipura dari Menteri KLHK Sitti Nurbaya di Jakarta.
Dilansir dari Kendari Pos, Sukses Asmawa Tosepu menahkodai Kota Kendari tercermin dari aspek lingkungan. Asmawa Tosepu berhasil menata kawasan kota menjadi lebih bersih dan tertata. Terbukti, berkat kepiawaiannya mengelola lingkungan, Kota Kendari berhasil meraih penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Asmawa Tosepu mengungkapkan, sukses meraih penghargaan adipura tahun 2023 merupakan hasil kerja keras seluruh pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen terkait dalam mengelola lingkungan sehingga bisa terjaga kebersihannya.
Lanjut dia, penghargaan adipura kali ini adalah yang perdana pasca Pandemi Covid-19. Penghargaan ini dimaksudkan untuk mendorong pemerintah daerah membangun keaktifan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan dengan tujuan untuk memacu masyarakat ikut memberi andil dalam membangun kota dengan lingkungan yang bersih.
“Semoga penghargaan ini menjadi pemicu dan pemacu semangat bersama dengan semakin meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kebersihan serta sampah untuk mewujudkan Kota Kendari yang Bersih dan Asri sebagai bagian dari Kendari Bergerak (Bersih, Gesit, Ramah, Asri dan Kondusif,” kata Asmawa Tosepu.
Parameter keberhasilan raihan adipura tersebut dilihat dari kebijakan, output program, dan dukungan anggaran dengan pemanfaatan secara optimal serta meningkatnya peran dan tanggung jawab masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masing-masing.
Capaian penghargaan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi dari seluruh stakeholder yang ada di Kota Kendari dalam mewujudkan kebersihan lingkungan masing-masing yang pada akhirnya berakumulasi pada kebersihan kota secara menyeluruh.
“Terimakasih kepada seluruh warga kota, aparat pemerintah mulai dari tingkat Kelurahan dengan RT/RW nya, Kecamatan, OPD, jajaran Forkopimda serta pihak-pihak terkait lainnya yang telah peduli dan berkontribusi dalam pengelolaan kebersihan di Kota Kendari selama ini,” kata Asmawa.
“Secara khusus penghargaan Adipura ini didedikasikan kepada Petugas Kebersihan Pemkot Kendari yang telah bekerja keras sehingga Kota Kendari dinilai layak sebagai kategori Kota Sedang yang berhasil dalam manajemen pengelolaan kebersihan,” sambungnya.
Perlu diketahui, penghargaan adipura Kota Kendari merupakan yang ke 11 kalinya, sebagaimana yang diraih pada tahun-tahun sebelumnya. Penghargaan Adipura tahun ini diberikan kepada 258 Kabupaten/Kota se-Indonesia, atau 50,2 persen dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia.
Adapun hasilnya adalah Kategori Adipura Kencana untuk 5 Kabupaten/Kota, Kategori Adipura untuk 80 Kabupaten/Kota, Sertifikat Adipura untuk 61 Kabupaten/Kota sebagai upaya pengelolaan samah dari sumbernya dengan baik, serta plakat untuk 4 Kabupaten/Kota lokasi tematik dengan kondisi pengelolaan sampah terbaik di Kabupaten/Kota.
Dari aspek sosial kemasyarakatan, Asmawa Tosepu berhasil mempertahankan predikat Nindya pada Ajang Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Menurut Asmawa, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja keras semua pihak khususnya Gugus Tugas KLA Kota Kendari dan seluruh stakeholder serta seluruh elemen masyarakat yang komitmen untuk mengupayakan pemenuhan hak anak.
Lanjut dia, penghargaan KLA bukan menjadi orientasi utama dalam proses ini. Akan tetapi yang menjadi point pentingnya yakni komitmen stakeholder untuk senantiasa melaksanakan pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.
“Mari kita bekerja bersama-sama untuk senantiasa meningkatkan kinerja dan karya nyata karena kita harus terus berjuang untuk memberikan kepentingan terbaik bagi anak-anak di Kota Kendari,” ujarnya.
Sekedar informasi, raihan KLA Kategori Nindya tahun ini (2023) menambah koleksi raihan pemkot sebelumnya. Total Kota Kendari sudah tiga kali meraih KLA predikat Nindya yakni pada 2021, 2022, dan 2023.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu menerima penghargaan APE 2023 Kategori Nindya dari Menteri PPPA RI, Bintang Puspayoga.
Selain KLA, Pj Wali Kota Kendari baru-baru ini sukses mempersembahkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2023 kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga kepada Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu di Gedung Metro TV Lantai 3, Kedoya Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (19/12/2023).
Asmawa Tosepu bersyukur, Pemkot Kendari berhasil meraih penghargaan dalam Anugerah Parahita Ekapraya Kategori Nindya tahun ini. Menurutnya, penghargaan tersebut diraih berkat kerja keras dan komitmen semua pihak dalam mendukung kesetaraan gender di Kota Kendari.
“Alhamdulillah Kota Kendari meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Kategori Nindya tahun ini atau meningkat dari capaian sebelumnya (2021) yakni Pratama. Mudah-mudahan penghargaan ini bisa menjadikan Kendari sebagai prakarsa dalam pencapaian Pembangunan Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan di Daerah,” ungkap Asmawa Tosepu.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan gratis.
Dari aspek kesehatan, Asmawa Tosepu berhasil mempersembahkan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) yang belum pernah diraih Pemkot sebelumnya. Predikat tersebut diraih karena Asmawa berhasil menghadirkan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat.
Di Kota Kendari, kata Asmawa, masyarakat yang tercover dalam layanan kesehatan gratis mencapai 95 persen atau sekira 332 ribu dari 350 ribu warga Kota Kendari. Capaian tersebut lanjut dia, membuat Kota Kendari berhasil mencapai target UHC yang ditetapkan pemerintah.
“Beberapa waktu lalu (Januari 2023) kami telah mengajukan (data warga) ke Kemensos (agar tercover layanan JKN KIS). Itu sudah UHC, semua warga Kota Kendari (tercover layanan kesehatan gratis),” ungkap Asmawa Tosepu.
Lanjut dia, penghargaan UHC yang diberikan oleh BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu menjadi momentum bagi Pemkot Kendari untuk lebih meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Ini menjadi hak dasar bagi semua warga negara, sehingga harus bisa dipastikan terbukanya akses, kemudian pelayanan yang didapatkan mudah, murah, terjangkau dan berkualitas,” ujarnya.
Asmawa menambahkan, meski dengan keterbatasan pendanaan yang dimiliki, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan dan membuka akses kepada seluruh masyarakat dalam menikmati layanan kesehatan yang ada di Kota Kendari.
“Harapan ke depan dengan UHC nya Kota Kendari, terjadi peningkatan pelayanan kesehatan, kemudian seluruh warga masyarakat Kota Kendari bisa terlayani agar tidak ada lagi keluhan bahwa tidak bisa tercover dengan asuransi kesehatan yang ada,” tambahnya.
Sementara dari aspek pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur, Asmawa Tosepu berhasil mengawal jalannya pembangunan khususnya yang bersumber dari Program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).
Ia mengungkapkan, dimasanya proyek PEN berjalan baik dan lancar. Itu dibuktikan dengan rampungnya beberapa proyek pembangunan seperti Puskesmas Kandai, RSUD Antero Hamra, dan yang sementara dikebut Jalan Kembar Kali Kadia (Jalur Inner Ringroad).
Sekedar informasi, Puskesmas Kandai telah rampung sejak April 2023. Bahkan pengoperasiannya sudah diresmikan oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Komjen Pol Tomsi Tohir Balaw pada Mei 2023.
Puskesmas Kandai dibangun menggunakan dana PEN senilai Rp 14 miliar. Puskesmas Kandai berada di Kecamatan Kendari dibangun dua lantai diatas lahan 1.242 m² dengan bangunannya yang terdiri dari ruangan rawat jalan, rawat inap, ruang gawat darurat, kebidanan dan penyakit kandungan, poli, farmasi, sterilisasi, laboratorium klinik, kantor administrasi, yang dilengkapi dengan dapur.
Pasca diresmikan, puskesmas bakal dioperasikan untuk mengobati maupun merawat pasien yang ada di wilayah sekitar. Bukan hanya itu, Puskesmas Kandai juga bisa melayani pasien yang berasal dari luar Kota Kendari misalnya dari Kabupaten Konawe dan Konawe Kepulauan (Konkep).

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu saat memantau kondisi RSUD Antero Hamra beberapa waktu lalu.
Selanjutnya RSUD Antero Hamra. RSUD Antero Hamra Resmi beroperasi sejak 28 November 2023. Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu secara simbolis meresmikan rumah sakit yang dibangun menggunakan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu.
Rumah sakit kategori tipe (kelas) D ini melayani pasien Unit Gawat Darurat (UGD) termasuk rawat inap dan rawat jalan.
Sekedar informasi, RSUD Antero Hamra dibangun menggunakan PEN sebesar Rp 88 miliar. RSUD berlokasi di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Puuwatu. Rumah sakit tersebut dibangun 2 lantai, luas gedung mencapai 6.900 m² dengan fasilitas 50 pasien rawat inap serta dilengkapi peralatan medis modern.
Di areal rumah sakit terdapat jalan sebagai akses, area pakir, dan ruang terbuka hijau (RTH). Seluruh fasilitas dihadirkan untuk menunjang kenyamanan masyarakat yang datang berobat misalnya Ruang Rawat Jalan, Ruang Unit Gawat Darurat, Ruang Rawat Inap, Ruang Perawatan ICU, Ruang Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan Ruang Poli.
Selanjutnya, ada ruang tindakan bedah, Operasi, Farmasi, Radiologi, Sterilisasi, Laboratorium Klinik, Ruang Rehabilitasi Medik, Ruang Kantor dan Administrasi, Ruang jenazah, Ruang Dapur dan Gizi, Laundry, dan Ruang Mekanik.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu bersama jajaran meninjau pembangunan Jalan Kembar Kali Kadia (Inner Ringroad).
Sementara, proyek Inner Ring Road kini tengah dikebut pengerjaannya. Saat ini proses pembangunan masih berlangsung. Inner Ring Road dibangun menggunakan anggaran PEN sebesar Rp 204 miliar. Inner Ring Road dibangun dengan panjang mencapai 4,1 kilometer.
Rinciannya, Jalan Brigjen M Yunus (Kali Kadia) yang terhubung dengan RSUD Kendari sepanjang 1,5 km dan Jalan ZA Sugianto (Masjid Al Alam) yang terhubung dengan Jalan Mokodompit (Kampus Baru UHO) sepanjang 2,6 km.
Jalan yang dibangun memiliki lebar 30 meter dengan konstruksi beton. Kehadiran mega proyek Pemkot Kendari ini diyakini bisa mengurai kemacetan Kota.

Pj Wali Kota Kendari, H. Asmawa Tosepu didamping Ketua DPRD, Subhan memperlihatkan piagam penghargaan Opini WTP BPK dari BPK RI.
Dari Aspek tata kelola keuangan daerah, Asmawa Tosepu sukses mengantarkan Kota Kendari meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 10 kali berturut-turut. Pengakuan itu berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dilaksanakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Asmawa Tosepu mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan kualitas laporan keuangan dari hari ke hari. Tata kelola keuangan, kata dia, harus transparan dan akuntabel. Sehingga WTP terus bisa diraih.
Ia mengingatkan pejabat untuk tidak menyalahgunakan wewenangnya demi kepentingan pribadi. Sebab ASN bekerja untuk kepentingan publik. Bekerja ikhlas, tentu akan mendatangkan manfaat buat masyarakat dan daerah.
Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sultra, Dadek Nandemar mengapresiasi Pemkot Kendari yang sudah bekerja keras mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.
Dadek menjelaskan , pemeriksaan laporan keuangan bertujuan memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan. Pemeriksaan keuangan bukan untuk mengungkap adanya penyimpangan (fraud) dalam pengelolaan keuangan.
“Jika pemeriksa menemukan adanya penyimpangan, kecurangan atau pelanggaran, khususnya yang berdampak pada potensi dan indikasi kerugian negara, maka akan dilanjutkan pemeriksaan investigatif,” ujar Dadek Nandemar.
Menurut Dadek Nandemar, opini yang diberikan merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai “kewajaran” laporan keuangan, bukan “jaminan” tidak adanya fraud yang ditemui atau kemungkinan timbulnya fraud di kemudian hari.
Lanjut dia, opini WTP menunjukkan bahwa laporan keuangan Pemda disusun dengan memenuhi unsur-unsur kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang- undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern (SPI).
“Hal ini membantu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan lokal dan keyakinan bahwa dana publik dikelola dengan baik,” kata Dadek.
Ia menambahkan, untuk memperoleh opini WTP, Pemda perlu menjalankan praktik pengelolaan keuangan yang baik. Hal ini mendorong penggunaan praktik terbaik, pemantauan anggaran yang lebih ketat, dan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya keuangan. (KP)
Tidak ada komentar