BPVP Kendari Perkuat Layanan Alumni Lewat SiASMA, Dukung Transformasi Mini Campus

waktu baca 3 menit
Minggu, 20 Sep 2026 22:41 17 redaksi

RADAR KENDARI – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari terus memperkuat tata kelola layanan pasca pelatihan melalui pengembangan SiASMA (Sistem Informasi Alumni, Monitoring, dan Administrasi).

Pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari Aksi Perubahan yang digagas Subkoordinator Penyelenggara Pelatihan BPVP Kendari, La Ode Muhamad Safrudin, dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 37 Tahun 2026.

La Ode Muhamad Safrudin mengatakan, SiASMA dikembangkan sebagai instrumen digital untuk meningkatkan kualitas layanan kepada alumni sekaligus mendukung implementasi konsep Mini Campus di BPVP Kendari.

“SiASMA atau Sistem Informasi Alumni, Monitoring, dan Administrasi dikembangkan sebagai instrumen digital untuk mendukung pengelolaan data alumni, tracer study, monitoring outcome pelatihan, informasi penempatan kerja, serta penyediaan informasi bagi manajemen,” ujar Safrudin, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, Aksi Perubahan tersebut berangkat dari kebutuhan untuk memastikan layanan BPVP tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan.

Alumni, kata dia, perlu tetap terhubung dengan lembaga, sementara data dan perkembangan mereka setelah mengikuti pelatihan harus dikelola serta dipantau secara sistematis.

“Pelatihan tidak berakhir ketika peserta menyelesaikan pelatihan. Justru setelah pelatihan selesai, kita perlu mengetahui bagaimana alumni berkembang, apakah sudah bekerja, berwirausaha, melanjutkan pendidikan, serta sejauh mana kompetensi yang diperoleh dapat dimanfaatkan di dunia kerja,” jelasnya.

Melalui Aksi Perubahan tersebut, BPVP Kendari memperkuat sejumlah instrumen, mulai dari Pedoman Implementasi Tata Kelola Layanan Pasca Pelatihan, SOP Layanan Pasca Pelatihan, proses bisnis, Tim Pengelola Layanan Pasca Pelatihan, hingga aplikasi SiASMA.

Safrudin menegaskan, SiASMA tidak dimaksudkan untuk menggantikan tata kelola yang sudah ada. Aplikasi tersebut menjadi instrumen pendukung agar pengelolaan layanan pasca pelatihan dapat berjalan lebih terstruktur dan berbasis data.

“Penguatan layanan pasca pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara BPVP Kendari, alumni, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta pemangku kepentingan lain,” katanya.

Ia menjelaskan, pengelolaan data dan monitoring alumni yang lebih baik akan membantu BPVP Kendari mengetahui kondisi alumni setelah mengikuti pelatihan.

Data tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan sekaligus menyesuaikan program dengan kebutuhan dunia kerja.

Langkah itu juga menjadi bagian dari transformasi BPVP Kendari menuju ekosistem Mini Campus, yang tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga membangun keterhubungan antara pelatihan, sertifikasi, penempatan kerja, hingga keberlanjutan alumni.

Pelaksanaan Aksi Perubahan tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai stakeholder, baik internal maupun eksternal.

Kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, pemerintah daerah, lembaga terkait, serta alumni dinilai menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola layanan pasca pelatihan yang berkelanjutan.

“Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam penempatan tenaga kerja, pemutakhiran informasi kebutuhan industri, dan pengembangan kompetensi alumni,” tandasnya.

Untuk diketahui, BPVP Kendari pada 2025 menyelenggarakan 82 paket pelatihan dengan 1.312 peserta. Sementara jumlah alumni periode 2023–2025 mencapai 3.872 orang.

Besarnya jumlah alumni tersebut membutuhkan mekanisme pengelolaan dan penelusuran yang sistematis agar informasi mengenai perkembangan alumni dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penguatan program pelatihan dan layanan ketenagakerjaan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA