Cegah Cyberbullying dan Hoaks, Kadis Kominfo Kendari Bekali Siswa Sekolah Rakyat Literasi Digital

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 17:22 36 redaksi

RADAR KENDARI — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, SP., MM, membekali para siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari dengan pemahaman literasi digital dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (10/8/2026).

Berlangsung di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, kegiatan MPLS yang dihelat sejak 29 Juli hingga 10 Agustus 2026 ini bertujuan membina karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Sahuriyanto membawakan materi bertajuk “Cerdas Bermedia dan Bijak Menggunakan Handphone”.

Di hadapan para peserta didik, Kadis Kominfo menegaskan bahwa perangkat digital seperti handphonedan media sosial tidak semestinya hanya digunakan sebagai sarana hiburan atau sebatas pemuas aktivitas scrolling.

“Media sosial ini bukan hanya tempat scroll. Kita bisa mendapatkan informasi, belajar, berkarya, berprestasi, berbagi kreativitas, bahkan mendukung usaha dan membangun reputasi diri melalui konten-konten positif,” ujar Sahuriyanto.

Guna menghindarkan siswa dari jebakan informasi bohong (hoax) dan dampak buruk dunia maya, Sahuriyanto membagikan rumus sederhana dalam berinternet: baca terlebih dahulu, kendalikan emosi, periksa kebenaran informasi, pertimbangkan dampak, baru kemudian membagikan.

“Kita harus cepat membaca, tetapi lambat membagikan. Sebelum share, periksa dulu apakah informasinya benar, aman, bermanfaat dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Selain ancaman hoaks, siswa juga diingatkan akan risiko cyberbullying, kecanduan gawai, penipuan online, peretasan akun, hingga penyebaran konten tidak pantas.

Ia mengimbau para siswa untuk menjaga ketat data pribadi dan mengaktifkan fitur keamanan seperti autentikasi dua faktor.

Terkait penggunaan gawai, Sahuriyanto mendorong siswa untuk berfokus pada efisiensi dan produktivitas ketimbang sekadar pembatasan durasi.

“Bukan hanya boleh pakai HP atau tidak, tetapi dipakai untuk apa dan berapa lama? Handphone yang sama ketika berada di tangan kita bisa memberikan hasil yang berbeda, tergantung bagaimana kita menggunakannya,” tutur Sahuriyanto.

Ia menekankan agar pemanfaatan gawai tidak sampai mengganggu kewajiban utama siswa, seperti belajar, beristirahat, dan berinteraksi sosial secara langsung.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi kebijakan Sekolah Rakyat yang menerapkan aturan pembatasan gawai demi menjaga fokus belajar siswa.

Langkah kolaboratif dalam MPLS ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Kota Kendari yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki etika, literasi digital, dan rasa tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi masa depan.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA