Asisten II Setda Kota Kendari, Jahudding didampingi Kepala Disdalduk & KB Kota Kendari, Andi Dadjeng bersama jajaran sempatkan foto bersama usai rapat evaluasi stunting di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (23/11/2023). Kendari, RADARKENDARI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengupayakan generasi penerus bangsa bebas dari stunting. Itu diwujudkan melalui Program Orang Tua Asuh. Hingga Oktober 2023, sebanyak 105 Bayi umur Dua Tahun (Baduta) tercover dalam program tersebut.
Asisten II Setda Kota Kendari, Jahudding menjelaskan, program orang tua asuh dihadirkan untuk mencegah potensi stunting di Kota Kendari.

Peserta antusias mengikuti rapat evaluasi pencegahan stunting.
Dalam program ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Kendari disarankan untuk membantu keluarga kurang mampu dan memiliki anak berpotensi stunting.
“Setiap bulan ada pemberian bantuan makan tambahan agar anak-anak kita bebas dari stunting,” kata Jahudding usai Rapat Evaluasi Percepatan Penanganan Stunting Kota Kendari tahun 2023 di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (24/11/2023).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Kendari, Andi Dadjeng mengungkapkan pendampingan terhadap anak berpotensi stunting penting untuk menyelamatkan generasi dari masalah gagal tumbuh.
Lanjut dia, dalam program tersebut, pihaknya memberikan bantuan makanan tambahan berupa susu formula dan bahan pokok untuk masyarakat. Selain Baduta, saat ini pihaknya juga tengah mendampingi sekira 107 ibu hamil .
“Dampak program gerakan orang tua asuh yang dilakukan pak Pj Wali Kota Kendari sangat signifikan terhadap baduta dan ibu hamil, sehingga kami akan usulkan untuk terus berlanjut hingga Kendari bisa zero stunting,” pungkasnya.
Bentuk Kampung Anak Sejahtera Untuk Cegah Stunting
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari, Siti Chomza Asmawa mendukung penuh pembentukan kampung anak sejahtera (KAS) di Kota Lulo. Menurutnya, kehadiran KAS sangat penting untuk mencegah masalah stunting dan gizi buruk didaerah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari, Siti Chomza Asmawa didampingi Kepala Dinas P2PA Fitriani Sinapoy usai mengikuti rapat pembentukan Kampung Anak Sejahtera untuk mencegah stunting di Kota Kendari.
Sitti Chomza mengungkapkan, sebagai bentuk dukungan terhadap pembentukan KAS, pihaknya akan aktif dalam penyelenggaraan posyandu.
“Kader PPK terus berupaya menggerakkan masyarakat ke posyandu dan fasilitas kesehatan untuk memantau kesehatan anak balita dan ibu hamil,” ungka Siti Chomza usai membuka Rapat Pembentukan KAS di Balai Kota Kendari.
Selain itu, Siti Chomza juga memastikan semua Kader PKK baik ditingkat Kelurahan maupun Kecamatan ikut mensosialisasikan tentang masalah stunting dan pencegahannya kepada masyarakat.
Istri Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari ini berharap, pembentukan KAS bisa menjadi program pendampingan masyarakat untuk mencegah potensi stunting dan gizi buruk pada anak lewat pemberian asupan gizi, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Tujuan utama Kampung Anak Sejahtera ini bagaimana kita meningkatkan kesejahteraan anak mulai dari kesehatannya hingga pendidikannya. Kami harap semua kelurahan di Kota Kendari bisa terbentuk Kampung Anak Sejahtera,” kata Siti Chomza.
Sekedar informasi, Pilot Project pembentukan Kampung Anak Sejahtera di Kendari akan dilaksanakan di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat. Penetapan Punggaloba sebagai pilot project KAS karena angka kasus stunting yang cukup tinggi di kelurahan tersebut.
Targetkan Penurunan Stunting Hingga 14 Persen
Pemerintah Kota Kendari menargetkan penurunan angka stunting hingga 14 persen pada 2024. Saat ini, prevalensi stunting Kota Lulo tercatat sebesar 19,5 persen. Guna menekan kasus gagal tumbuh itu, Pemkot Kendari menyalurkan bantuan pangan tambahan kepada Bayi Dua Tahun (Baduta).

Pj Walikota Kendari, Asmawa Tosepu.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengatakan pemberian bantuan pangan tambahan sangat penting dalam rangka menekan dan mencegah potensi stunting di daerah.
“Pencegahan stunting merupakan satu dari tujuh arahan Pak Presiden. Ini kita harus sukseskan. Anak-anak di Kota Kendari kita upaya bebas dari stunting,” ungkap Asmawa Tosepu usai menyalurkan bantuan pangan tambahan di Pelataran Dinas Pengendalian Penduduk dan KB.
Asmawa mengungkapkan, bantuan pangan tambahan kepada Baduta berpotensi stunting bersumber dari Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) Aparatur sipil Negara (ASN) Pemkot Kendari yang dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Total bantuan yang disalurkan, kata Asmawa, sebesar Rp 44 juta dalam bentuk bantuan pangan tambahan dan uang tunai. Kedepan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan bantuan serupa sehingga bisa mewujudkan target penurunan stunting sebesar hingga 14 persen pada 2024.
Kepala Biro Umum Kemendagri ini menambahkan, tahun lalu angka prevalensi stunting di Kota Kendari berhasil ditekan sebanyak 4,5 persen menjadi 19,5 persen dibanding sebelumnya sebesar 24 persen.
“Berkat pencapaian yang cukup signifikan inilah yang menempatkan Kota Kendari sebagai salah satu dari tiga kota percontohan penangganan stunting di Indonesia. Salah satu program yang riil yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat dalam rangka penurunan stunting ini adalah gerakan orang tua asuh stunting dan pemberian bantuan seperti yang kita laksanakan saat ini (kemarin)” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Kendari, drg. Rahminingrum mengungkapkan, sebanyak tiga kecamatan di Kota Kendari memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Tiga kecamatan itu yakni Kendari Barat (79 kasus) Kendari (76 kasus), dan Kecamatan Puuwatu (66 kasus).
Lanjut dia, tingginya prevalensi stunting ditiga kecamatan itu dipengaruhi kurangnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif terhadap balita termasuk makanan tambahan pendamping ASI. “Para balita kurang mendapatkan ASI,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penanganan, kata Rahminingrum, pemerintah Kota Kendari telah menggalakkan program orang tua asuh ditiga kecamatan tersebut. Program tersebut mewajibkan seluruh pejabat lingkup Pemkot Kendari untuk mendampingi seluruh balita yang stunting.
“Pemerintah bersama stakeholder terkait bahu membahu untuk meringankan beban keluarga yang memiliki baduta stunting. Selain program orang tua asuh, Pemkot Kendari juga masih memberikan bantuan makanan tambahan kepada anak berpotensi ,” ungkap Rahminingrum.
Meski masih terdapat balita stunting, namun secara umum kata Rahminingrum, prevalensi stunting Kota Kendari berada dibawah angka prevalensi stunting nasional. Saat ini, prevalensi stunting Kota Kendari tercatat hanya 19,5 persen dari sebelumnya tercatat sebesar 24 persen.
(wan)
Tidak ada komentar