CIMB Niaga mengumumkan laporan keuangan kuartal pertama 2026, dengan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp2,3 triliun. JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk kembali menunjukkan performa solid pada kuartal pertama 2026. Bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia ini membukukan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun, ditopang pertumbuhan kredit yang sehat, dana murah yang kuat, serta transformasi digital yang terus berkembang.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan capaian positif tersebut menjadi awal yang baik bagi perseroan dalam menjalani tahun 2026.
Menurutnya, kinerja ini didorong oleh pendapatan yang stabil, pertumbuhan fee-based income, pengelolaan biaya yang disiplin, serta kualitas aset yang tetap terjaga.
“Fondasi bisnis kami tetap kuat. Kami terus fokus menjaga pertumbuhan yang sehat, memperkuat layanan kepada nasabah, dan menjalankan strategi berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Lani dalam keterangan resminya.
Hingga 31 Maret 2026, total aset konsolidasian CIMB Niaga mencapai Rp368,2 triliun.
Sementara total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp260,1 triliun, ditopang peningkatan current account savings account (CASA) sebesar 12,2 persen secara tahunan menjadi Rp192,3 triliun. Rasio CASA pun naik ke level 73,9 persen, tertinggi sepanjang sejarah perseroan.
Di sisi penyaluran kredit, total kredit dan pembiayaan naik 2,2 persen year-on-year menjadi Rp235,1 triliun.
Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen Corporate Banking sebesar 4,8 persen, disusul UKM 1,2 persen, dan Consumer Banking 0,2 persen. Kredit Pemilikan Mobil (KPM) juga mencatat kenaikan 4 persen.
Tak hanya itu, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga juga mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia dengan total pembiayaan Rp52,9 triliun dan DPK Rp45 triliun.
Dalam aspek digitalisasi, sebanyak 90,6 persen transaksi keuangan nasabah kini dilakukan melalui kanal branchless banking seperti OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay. Transaksi melalui aplikasi OCTO bahkan melonjak 29 persen pada kuartal pertama 2026.
CIMB Niaga juga resmi memperkenalkan OCTOBIZ, platform digital terintegrasi bagi nasabah bisnis.
Sejak diluncurkan pada Februari 2026, layanan ini telah digunakan lebih dari 20 ribu perusahaan, menandakan tingginya kebutuhan dunia usaha terhadap solusi keuangan digital yang efisien.
Dari sisi keberlanjutan, pembiayaan berkelanjutan CIMB Niaga mencapai Rp60,2 triliun atau hampir 26 persen dari total outstanding pembiayaan.
Sementara pembiayaan UMKM menyentuh Rp25,7 triliun, menegaskan komitmen bank terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif.
Dengan modal yang kuat dan inovasi digital yang agresif, CIMB Niaga optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan sepanjang 2026 sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar