Dukung Mobilitas Warga, Gubernur ASR Resmikan Jembatan Bailey Sambandete Konawe Utara

waktu baca 3 menit
Sabtu, 26 Jul 2025 19:24 96 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Konawe Utara, Sulawesi Tenggara  – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi meresmikan penggunaan perdana Jembatan Bailey di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Jumat (25/07/2025).

Peresmian jembatan ini menjadi solusi darurat untuk memulihkan konektivitas jalan yang terputus akibat banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Ketua DPRD Sultra, Anggota Forkopimda Sultra dan Konut, Bupati Konawe Utara, Ketua Tim Penggerak PKK Konawe Utara, Tim Ahli Gubernur Sultra, Kepala OPD Provinsi Sultra, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Sultra, Kepala Balai Wilayah Sungai IV Sultra, serta tokoh masyarakat, camat, lurah, dan warga sekitar.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Bailey ini didasarkan pada tiga landasan hukum utama: instruksi langsung dari Gubernur saat peninjauan lapangan, Surat Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 221 Tahun 2025 tentang Status Siaga Bencana, dan hasil review Inspektorat Provinsi Sultra.

Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk memulihkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Konawe Utara, menjamin kelancaran distribusi logistik bagi masyarakat dan menunjang pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan akses jalan yang aman dan layak.

“Hari ini kita berkumpul di sini dalam rangka meresmikan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat untuk mengatasi kesulitan masyarakat yang sempat terputus akses jalannya akibat banjir. Sebulan lalu, lokasi ini menjadi titik kumpul masyarakat karena kendaraan tak bisa melintas, bahkan harus menggunakan rakit untuk menyeberang. Kita semua turun langsung saat itu, dan akhirnya sepakat untuk segera bertindak cepat,” ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Balai, Korem, Polda, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Utara atas sinergi dan kekompakan dalam penanganan bencana ini.

Ia mengungkapkan bahwa sempat ada kekhawatiran jembatan harus didatangkan dari Sulawesi Selatan, namun bersyukur stok Jembatan Bailey tersedia di wilayah sendiri.

“Alhamdulillah, dengan kondisi darurat dan dukungan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), kita bisa segera membangun jembatan ini. Kalau tidak tersedia anggaran, saya bahkan siap pakai dana pribadi karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas Gubernur.

Meskipun bersifat sementara, Gubernur menambahkan bahwa pemerintah telah merencanakan pembangunan jembatan permanen yang dijadwalkan mulai tahun 2026 dengan estimasi anggaran sekitar Rp60 miliar.

“Untuk saat ini, manfaatkan jembatan ini dengan baik. Jaga dan pelihara. Karena ini merupakan penghubung utama antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, serta jalur penting distribusi dan pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Jembatan Bailey ini memiliki panjang total 51 meter dengan tiga segmen dan diselesaikan dalam waktu 75 hari kalender.

Total anggaran pembangunannya sebesar Rp3,191 miliar, bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan material jembatan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Sultra.

Jembatan ini dinyatakan aman digunakan untuk kendaraan roda dua dan roda empat, dengan kapasitas hingga 25 ton. Pemakaian perdana secara simbolis dilakukan langsung oleh Gubernur setelah acara peresmian.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA