Gas 3 Kg Langka dan Mahal di Kendari, Warga Terpaksa Beli Rp50 Ribu, Mas dan Emak-emak “Bataria”

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Mei 2026 21:11 228 radarkendari.id

KENDARI – Jeritan masyarakat kecil di Kota Kendari semakin terdengar lantang. Harga gas elpiji 3 kilogram yang seharusnya menjadi kebutuhan pokok rakyat kecil kini melambung tinggi hingga menembus Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per tabung di tingkat kios eceran.

Kondisi ini dikeluhkan warga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah dan mahasiswa yang tinggal di kawasan sekitar Universitas Halu Oleo. Mereka terpaksa membeli gas dengan harga jauh di atas harga normal demi tetap bisa memasak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga, Mang Kukus, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan kenaikan harga gas sangat memberatkan masyarakat kecil.

“Saya salah satu konsumen beli gas Rp40 ribu di kios-kios. Bahkan ada yang jual sampai Rp50 ribu,” ujarnya dengan nada kecewa kepada pewarta media ini, Kamis (21/05/2026).

Menurutnya, kondisi paling parah terjadi di kawasan sekitar kampus UHO Kendari. Banyak warga dan mahasiswa tidak punya pilihan lain selain membeli dengan harga tinggi karena stok di pangkalan sulit ditemukan.

Keluhan serupa juga disampaikan Mba Koci, warga Kendari yang mengaku semakin kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga akibat mahalnya harga LPG subsidi.

“Sekarang susah sekali cari gas murah. Kalau dapat pun harganya sudah mahal sekali. Kita masyarakat kecil ini cuma bisa pasrah karena gas tetap dibutuhkan untuk memasak setiap hari,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan mengendalikan harga dan memastikan distribusi LPG 3 kilogram tepat sasaran agar tidak terus membebani masyarakat kecil.

Hingga berita ini diterbitkan, pewarta wa media ini masih berupaya menghubungi pihak Pertamina untuk mendapatkan hak jawab (klarifikasi) atas permasalahan ini.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA