Jalan Sehat “Ramah Sama Teman” di Kendari, Gerakan Bersama Tiga UPT Kemendikdasmen Sultra Tekan Angka Kekerasan di Sekolah

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Nov 2025 15:26 170 radarkendari.id

KENDARI – Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Balai Bahasa dan Balai Guru Penggerak (BGP) Sultra menggelar kegiatan Jalan Sehat bertajuk “Ramah Sama Teman” di pelataran MTQ Kendari pada Minggu (23/11/2025).

Dilansir dari Media Online Sultra Kini, Acara ini merupakan bagian dari kampanye publik yang bertujuan menumbuhkan kepedulian, empati, serta budaya saling menjaga di lingkungan pendidikan.

Kegiatan kolaboratif tiga UPT Kemendikdasmen Sultra ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari dan Provinsi Sultra, serta melibatkan antusiasme ratusan siswa, guru, kepala sekolah SD, SMP, dan SMA se-Kota Kendari, termasuk para orang tua murid.

Kepala BPMP Sulawesi Tenggara, Junaiddin Pagala, menjelaskan bahwa Jalan Sehat ini diselenggarakan sebagai upaya kolaboratif dan sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Anak Sedunia (20 November) dan Hari Guru Nasional (25 November).

“Jalan Sehat kali ini mengusung tema Rukun Sama Teman sebagai upaya menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran untuk menekan angka kekerasan di tingkat satuan pendidikan,” ujar Junaiddin.

Ia menambahkan, tingginya isu kekerasan di sekolah saat ini menuntut adanya gerakan bersama untuk memperkuat pendidikan karakter.

“Kami berharap nilai empati, saling menghormati, dan saling memuliakan dapat semakin dibumikan di sekolah. Jika anak-anak rukun dan saling menyayangi, maka kekerasan dapat ditekan,” terangnya.

Tangkal Bullying dengan Empati

Sejalan dengan Junaiddin, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti, menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying) yang dialami siswa.

“Kita tahu bersama bahwa bullying sekarang sangat marak di ranah sekolah. Dengan inisiasi dari Kemendikdasmen ini, kami ingin mendorong bagaimana siswa bisa saling mengenal, saling memahami, dan rukun satu sama lain,” jelas Dewi.

Ia juga menegaskan bahwa kunci terciptanya proses belajar yang nyaman adalah lingkungan yang saling mengerti dan memiliki empati.

“Kami ingin mengajak guru dan anak-anak menciptakan suasana sekolah yang nyaman. Lingkungan belajar yang menghargai satu sama lain adalah kunci menghindari bullying,” tegasnya.

Selain Jalan Sehat, kegiatan ini dirangkaikan dengan senam sehat, kuis berhadiah, serta pembagian slogan kampanye anti-kekerasan dan ajakan untuk rukun sesama teman.

Seluruh rangkaian acara diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, siswa, dan keluarga dalam membangun budaya yang lebih ramah, empatik, dan saling menjaga di lingkungan sekolah.

Penulis : Riswan

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA