Aroma ‘Parfum Alam’ di Jalan KS Tubun Baruga, Sekda Kendari Akui TPA Sedang Kendala

waktu baca 2 menit
Kamis, 25 Jun 2026 15:41 73 redaksi

RADAR KENDARI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait tumpukan sampah yang kian menggunung di kawasan Baruga, Kamis (25/06/2026).

Ia mengungkapkan bahwa keterlambatan pengangkutan limbah rumah tangga tersebut dipicu oleh masalah teknis di pusat pembuangan.

“Iya, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) lagi ada kendala,” ujar Amir Hasan saat memberikan klarifikasi resmi mengenai persoalan tersebut.

Meskipun Sekda telah membeberkan akar masalahnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, yang dihubungi oleh pewarta media ini justru belum memberikan statemen atau detail penanganan lebih lanjut.

Mandeknya operasional di TPA berimbas langsung pada pemandangan di Jalan KS Tubun, Kecamatan Baruga, Kota Kendari akhir-akhir ini.

Jika Anda melewati jalur tersebut, ada baiknya kaca helm ditutup rapat-rapat atau kaca mobil dinaikkan penuh. Bukan karena ada razia, melainkan karena aroma “parfum alam” alias bau busuk dari sampah yang belum juga diangkut.

Pantauan di lokasi pada Kamis (25/06/2026) pukul 10.00 WITA, tumpukan sampah tampak meluber hingga ke bahu jalan. Kawasan tersebut kini sukses berubah menjadi ‘titik kumpul’ lalat dan memicu aroma menyengat yang membuat warga sekitar serta pengguna jalan habis kesabaran.

Kondisi yang meresahkan ini memancing reaksi keras namun menggelitik dari masyarakat setempat.

Salah seorang warga Baruga, Made, mengekspresikan kekesalannya dengan nada satir karena sampah sudah dibiarkan begitu lama.

“Ini sepertinya bukan lagi tempat pembuangan sementara, tapi sudah mau jadi monumen sampah. Tiap hari kita lewat di sini, pemandangannya selalu sama, makin hari makin tinggi. Tolonglah pihak terkait, hidung kami juga butuh keadilan,” ketus Made sembari menutup hidungnya.

Keluhan serupa datang dari Cence, warga Baruga lainnya. Ia mengeluhkan dampak bau yang semakin menjadi-jadi, terutama setelah wilayah tersebut diguyur hujan.

“Kalau habis hujan, baunya makin luar biasa. Lalat juga sudah mulai masuk ke rumah-rumah warga. Kita khawatir ini bisa jadi sumber penyakit kalau dibiarkan terus-terusan. Tolong armada sampahnya segera melipir ke sini, jangan tunggu sampai sampahnya punya KTP sendiri baru mau diangkut,” kelakar Cence kesal.

Laporan : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA