Jasa Raharja Dorong Transportasi Lebih Aman di Sulsel, Pendekatan Penta Helix Jadi Kunci

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Apr 2026 00:37 81 radarkendari.id

MAKASSAR — Upaya meningkatkan keselamatan transportasi di Sulawesi Selatan kini semakin diperkuat.

Jasa Raharja mendorong perubahan pendekatan dari penanganan kecelakaan yang bersifat responsif menjadi preventif berbasis data.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin dalam Diskusi Keselamatan Transportasi yang melibatkan unsur Penta Helix di Makassar, Senin (13/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wilayah Jasa Raharja Sulawesi Selatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Polda Sulawesi Selatan, dinas terkait, akademisi, hingga komunitas transportasi.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah terpadu dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Dalam paparannya, Awaluddin mengungkapkan bahwa pada Triwulan I 2026, nilai santunan di Sulawesi Selatan meningkat 11,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, jumlah kecelakaan juga naik sekitar 8 persen menjadi lebih dari 2.000 kasus.

Secara nasional, data dari Korlantas Polri mencatat lebih dari 151.000 kecelakaan setiap tahun dengan lebih dari 217.000 korban, menunjukkan tren yang terus meningkat.

“Kami ingin mendorong perubahan pendekatan dari responsif menjadi preventif melalui kerja sistem yang terintegrasi. Kecelakaan tidak hanya soal kehilangan nyawa, tetapi juga berdampak pada kondisi sosial-ekonomi keluarga,” tegas Awaluddin.

Sementara itu, Dirlantas Polda Sulsel, Pria Budi, menyampaikan kabar positif. Meski angka kecelakaan meningkat, fatalitas korban meninggal dunia justru turun 24 persen, dari 234 orang pada Triwulan I 2025 menjadi 179 orang pada periode yang sama tahun ini.

Ia mengungkapkan, mayoritas kecelakaan didominasi kecelakaan tunggal (74 persen), dengan sepeda motor sebagai kendaraan yang paling sering terlibat (78 persen).

Waktu rawan terjadi kecelakaan berada pada pukul 15.00–18.00 WITA, umumnya saat kondisi jalan dan cuaca baik.

Pihak kepolisian juga telah memetakan titik rawan kecelakaan di sejumlah wilayah seperti Makassar, Maros, Barru, dan Pangkep. Upaya penegakan hukum turut diperkuat melalui 89 unit ETLE, baik statis maupun mobile.

“Keselamatan tidak berhenti pada pencegahan, tetapi juga pada kecepatan penanganan awal. Semakin cepat penanganan dalam golden period, semakin besar peluang korban untuk selamat,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, sejumlah langkah strategis disepakati, di antaranya penguatan edukasi keselamatan berkendara di titik rawan, perluasan program E-PELANTAS, hingga integrasi sistem layanan rumah sakit dengan platform JR Care untuk mempercepat penanganan korban.

Selain itu, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi komunitas pengemudi juga diusulkan agar mereka dapat berperan sebagai penolong pertama di lokasi kejadian.

Dari sisi infrastruktur, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas jalan sepanjang 1.000 kilometer hingga 2027, serta penambahan koridor angkutan umum guna mengurangi risiko kecelakaan.

Jasa Raharja menilai, keselamatan transportasi tidak bisa ditangani secara parsial. Kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Penta Helix menjadi kunci untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA