Kepala KSOP Kendari, Capt.Raman menyematkan pin pengamanan Nataru di Pelabuhan Kendari. Foto : Agus Setiawan KENDARI – Menjelang masa Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari menyatakan kesiapannya untuk menjalankan instruksi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Kepala KSOP Kendari, Capt. Raman, menegaskan bahwa seluruh jajaran akan berpegang teguh pada prinsip “Zero Compromise for Safety” atau tidak ada kompromi terhadap keselamatan pelayaran.
Langkah ini diambil guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan aman, lancar, dan berorientasi pada kepentingan publik sesuai arahan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.
Capt. Raman menjelaskan terdapat delapan poin krusial yang menjadi pedoman petugas di lapangan selama periode Nataru ini:
* Prioritas Keselamatan: Memastikan kelaiklautan kapal, kualifikasi awak kapal yang terpenuhi, serta penerapan standar keselamatan secara konsisten.
* Pengawasan Ketat: Meningkatkan pengawasan pada aspek keamanan pelayaran, terutama terkait kapasitas penumpang dan muatan agar tidak melebihi aturan.
* Koordinasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi dengan berbagai instansi seperti BMKG, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan operator pelayaran.
* Antisipasi Cuaca Ekstrem: Menyiapkan langkah darurat terhadap potensi cuaca buruk. Jika kondisi membahayakan, Syahbandar memiliki otoritas penuh untuk menunda penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) hingga cuaca dinyatakan aman.
* Keterbukaan Informasi: Memanfaatkan media sosial melalui Tim Social Media Response Team (SMRT) untuk memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat.
* Integritas Petugas: Melaksanakan tugas dengan dedikasi tinggi sesuai tema “Hadirkan Kebaikan Kuatkan Harapan”.
* Pelaporan Akurat: Melaporkan setiap perkembangan situasi di lapangan kepada pimpinan secara berkala dan tepat waktu.
* Komitmen Keselamatan: Mewujudkan penyelenggaraan angkutan laut yang lancar tanpa kompromi pada aspek keselamatan.
Secara khusus, Capt. Raman menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor alam.
“Sesuai arahan pusat, keselamatan adalah prioritas utama. Kami tidak akan ragu menunda keberangkatan kapal jika koordinasi dengan BMKG menunjukkan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk berlayar,” ujarnya mengutip poin keselamatan dalam instruksi tersebut.
Melalui langkah-langkah strategis ini, KSOP Kendari berharap penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru 2025/2026 di wilayah Sulawesi Tenggara dapat berjalan dengan kualitas pelayanan publik yang prima.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar