Foto bersama usai pembukaan Pelatihan Laboran Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan VIII dan IX serta Pelatihan Teknis Manajemen Perpustakaan Jenjang SD/SMP/SMA-SMK Angkatan I dan II se-Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto : Agus Setiawan RADARKENDARI.ID – Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, Prof. Muhammad Ali Ramdani, resmi membuka Pelatihan Laboran Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan VIII dan IX serta Pelatihan Teknis Manajemen Perpustakaan Jenjang SD/SMP/SMA-SMK Angkatan I dan II se-Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pembukaan Pelatihan Laboran Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan VIII dan IX serta Pelatihan Teknis Manajemen Perpustakaan Jenjang SD/SMP/SMA-SMK Angkatan I dan II se-Provinsi Sulawesi Tenggara berlangsung lancar dan penuh khidmat. Foto : Agus Setiawan
Kegiatan berlangsung 10-15 Februari 2026 di Kendari, hasil kerja sama antara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar dengan DPW Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Provinsi Sultra di Kota Kendari.
Fokus Peningkatan Kompetensi
Dihadiri 150 peserta, pelatihan menerapkan metode andragogi dengan komposisi 40% teori dan 60% praktik.
Menurut Kepala BDK Makassar, Hj. Minawati, tujuan utama adalah meningkatkan sikap mental, pengetahuan, dan keterampilan peserta agar mampu menjalankan tugas secara profesional.
Materi disampaikan oleh pakar dari Kemenag, Widyaiswara BDK Makassar, dan praktisi perpustakaan provinsi.
Solusi Sertifikasi dan Tantangan Zaman
Ketua AGPAII Sultra, La Hamiku, mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 dari 4.497 guru PAI di Sultra belum tersertifikasi akibat kekurangan jam mengajar.
Pelatihan ini menjadi solusi dengan memberikan kesempatan tugas tambahan sebagai pengelola laboratorium dan perpustakaan.
Ia juga menyoroti tiga tantangan utama: rendahnya literasi digital, ancaman paham radikal, dan hambatan kesejahteraan guru.
Peran Guru PAI Sebagai Pilar Karakter
Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Ishak Paway, menegaskan bahwa guru PAI adalah garda terdepan dalam pendidikan karakter peserta didik.
Pemerintah provinsi berkomitmen memfasilitasi peningkatan kompetensi guru melalui tiga dimensi kesejahteraan: material, kompetensi, dan karir.
Transformasi Laboratorium dan Perpustakaan
Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Mansur, menyatakan bahwa kualitas pendidikan bergantung pada sistem yang kuat, laboratorium yang hidup, dan perpustakaan yang berfungsi sebagai pusat literasi.
Ia mendorong transformasi perpustakaan menjadi berbasis digital dan pengelolaan laboratorium yang optimal untuk mendukung pembelajaran praktis.
Lima “K” untuk Profesionalisme Guru
Dalam sambutannya, Prof. Muhammad Ali Ramdani memetakan lima isu krusial guru PAI: Kualifikasi, Kompetensi, Karakter, Karir, dan Kesejahteraan.
Ia menekankan pentingnya terus belajar dan mendorong guru untuk menulis jurnal ilmiah guna mencapai jenjang Guru Utama (IV/E).
“Orang yang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu, tetapi orang yang terus belajar akan menjadi pemilik masa depan,” tegasnya.
Para peserta yang lulus akan menerima sertifikat resmi dari BDK Makassar sebagai bukti kompetensi yang telah divalidasi.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar