RADARKENDARI.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo (UHO) berkolaborasi dengan Program Studi Magister Akuntansi FEB Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, pada Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kelembagaan Koperasi” ini dihadiri oleh perwakilan pengurus Koperasi Merah Putih dari seluruh desa yang ada di wilayah Kecamatan Ranomeeto.

Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) FEB UHO, Wa Ode Rachmasari Ariani, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wujud nyata dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
”Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Sekaligus, ini menjadi langkah konkret tindak lanjut dari kerja sama (MoU) yang telah terjalin antara FEB Universitas Halu Oleo dan FEB Universitas Hasanuddin,” ujar Wa Ode Rachmasari.
Untuk mengupas tuntas tantangan kelembagaan ini, panitia menghadirkan Guru Besar FEB Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Aini Indrijawati, S.E., M.Si., Ak., CA., CWM., ASEAN CPA, sebagai narasumber utama yang membagikan pandangan strategisnya terkait tata kelola koperasi yang akuntabel.
Apresiasi tinggi datang dari pihak pemerintah daerah. Camat Ranomeeto, Erwin Muchtar, S.Sos., turut hadir dan memberikan sambutan hangat. Di hadapan para peserta, ia membakar semangat para pengurus koperasi agar tidak goyah menghadapi dinamika lapangan.
”Saya mengajak seluruh pengurus Koperasi Merah Putih agar tetap fokus, optimistis, dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan koperasi. Koperasi harus menjadi motor penggerak utama ekonomi desa kita,” tegas Erwin.
Sesi diskusi berlangsung sangat interaktif dan dinamis. Para peserta memanfaatkan momentum ini untuk menumpahkan berbagai persoalan krusial yang selama ini mengganjal perkembangan koperasi di desa mereka.
Salah satu keluhan mendalam disampaikan oleh Oktaviany, perwakilan pengurus Koperasi Merah Putih. Ia memaparkan betapa peliknya pengelolaan koperasi akibat perubahan regulasi yang terus berubah secara berulang-ulang.
Beberapa poin hambatan utama yang dihadapi pengurus di antaranya:
Ketidakpastian Akses Modal: Setelah pengurus bersusah payah memenuhi semua persyaratan administrasi dan menyusun proposal usaha, proses pengajuan permodalan justru mendadak dihentikan.
Perubahan Kebijakan yang Memberatkan: Kebijakan mendadak berubah dengan mewajibkan adanya kemitraan, penyediaan modal awal, penyediaan gerai usaha, hingga lahan—yang pada akhirnya justru tidak dapat dimanfaatkan.
Masalah Internal & Rekrutmen: Proses rekrutmen manajer koperasi memicu kekecewaan besar karena dinilai mengabaikan perjuangan pengurus yang telah merintis dari awal.
”Akibat dari kendala-kendala tersebut, hingga lebih dari satu tahun ini banyak koperasi yang belum bisa menjalankan usahanya secara optimal. Dampaknya, koperasi belum mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata, baik bagi pengurus maupun bagi anggota,” ungkap Oktaviany retoris.
Melalui kegiatan PKM kolaboratif ini, kehadiran para akademisi dari UHO dan Unhas diharapkan mampu memberikan rekomendasi solutif serta menjembatani kendala regulasi dan manajerial tersebut. Dengan demikian, Koperasi Merah Putih di Kecamatan Ranomeeto dapat segera bangkit dan menjadi pilar ekonomi yang tangguh di tingkat desa. (adm)
Tidak ada komentar