Kolaborasi Kuatkan Moderasi Beragama di Sekolah, Kemenag Sultra – Dinas Dikbud Jalin Kemitraan

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Nov 2023 21:40 109 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra berkolaborasi untuk menguatkan moderasi beragama pada Sekolah di tingkat SMA/SMK se-Sultra, Sabtu (11/11/2023).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan kegiatan penguatan karakter pancasila bagi siswa-siswa se Sultra. Turut menyaksikan penandatanganan, Kabid Pendidikan Madrasah, Sitti Mardawiah Kasim, Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama, Abd. Rahman Jaya, Pejabat Administrator Dikbud dan tim Legal Kemendagri.

Dalam sambutannya, Kakanwil menyebut penandatanganan kerjasama yang dilakukan saat ini dalam rangka penguatan moderasi beragama secara masif di tingkat SMA/SMK/SLB di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra.

Hal menjadi dianggap sangat penting untuk dilakukan, terlebih lagi program penguatan moderasi beragama bukan hanya tanggungjawab Kementerian Agama namun menjadi tanggungjawab seluruh Kementerian/ Lembaga termasuk Pemerintah Daerah yang ada di seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Semoga dengan MoU yang kita lakukan ini, kedepannya bisa lebih masif lagi termasuk kegiatan yang dilaksanakan saat ini tentang penguatan karakter pancasila menjadi bagian dari penguatan moderasi beragama yang salah satu indikatornya adalah komitmen kebangsaan kita, ” ungkap Kakanwil.

“Mudah-mudahan anak-anak ku sekalian dapat menjadi duta-duta moderasi beragama di sekolah masing-masing. Mari kita saling berangkulan dan bergandengan karena Sultra ini bukan milik satu golongan dan etnis tertentu tetapi milik kita bersama, mari kita rawat harmoni dalam keberagaman, ” tandasnya.

Senada dengan Kakanwil, Kadis Dikbud Prov. Sultra, H. Yusmin mengatakan penandatanganan MoU penguatan moderasi beragama bagi siswa sekolah menengah atas disaksikan Forum Komunikasi Osis Kabupaten/Kota se Sultra dan Siswa berprestasi sebagai Duta SMA.

Yusmin menyebut sengaja menghadirkan Pengurus Osis dan Duta SMA agar mereka dapat menjadi pemicu kepada siswa yang lain bahwa prestasi harus selalu dikedepankan tetapi juga kita punya karakter pancasila dan dirangkai dengan penguatan moderasi beragama agar toleransi umat beragama di setia tingkatan dapat terjalin dengan baik.

“Tidak ada lagi perbedaan suku, agama, ras, tetapi kita semua sama sebagai siswa-siswi Sulawesi Tenggara, dan jika ini kita tanamkan yakinlah bahwa generasi emas berada ditangan anak-anak sekalian, ” cetusnya.

Dirinya menambahkan para siswa yang hadir saat ini akan menjadi duta-duta moderasi beragama di setiap Kabupaten/Kota se Sulawesi Tenggara sehingga toleransi, moderasi akan terus dipelihara di masa-masa yang akan datang.

(wan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA