Meriahkan Sultra Tenun Karnaval, Ketua DWP Biro Kesra Tampil Anggun Kenakan Tenun Motif Tolaki

waktu baca 3 menit
Minggu, 3 Des 2023 21:17 98 radarkendari.id

Ketua Dharmawanita Persatuan (DWP) Biro ADM Kesra  dan Kemasyarakatan Setda Sultra, Herlina Iwan S mengenakan Busana Casual Formal tenun Tolaki berfokus pada motif daun sagu dan ulat sagu.

KENDARI-

Pergelaran Sultra tenun karnaval 2023 resmi bergema di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tepatnya di Kota  Kendari. Event yang memamerkan beragam tenun khas Bumi Anoa itu berlangsung  pada 2 hingga 3 Desember 2023. Giat ini secara resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto di depan kantor Wali Kota Kendari pada Sabtu malam (2/12).

Dalam momen fashion show street turut  menampilkan para model dari Sultra, juga tampil para  istri para bupati, walikota  serta istri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Sultra dengan mengenakan tenunan desainer lokal maupun nasional.

Tampak anggun,  Ketua Dharmawanita Persatuan (DWP) Biro ADM  Kesra dan Kemasyarakatan Setda Sultra, Herlina Iwan S mengenakan Busana Casual Formal  tenun Tolaki berfokus pada motif daun sagu dan ulat sagu.

Harlina Iwan S. mengatakan,  busana tenun motif Tolaki  yang dikenakan berfokus pada motif daun sagu dan ulat sagu yang  menggambarkan kekuatan yang berasal dari makanan pokok Masyarakat Tolaki.

“Bentuk Busana diperuntukkan bagi wanita-wanita kuat yang bangga dengan
budaya Tolaki. Penggunaan warna hijau menggambarkan kesuburan tanah Anoa
yang menjaga ketersediaan bahan makanan pokok Masyarakat Tolaki,”jelasnya.

Selanjutnya motif  Pinetobo adalah dasar motif Tolaki yang bermakna kekayaan alam yang dimiliki  Bumi Anoa termasuk daun sagu dan ulat sagu.

“Casual formal adalah ide dasar
busana yang diwujudkan dengan penggunaan bentuk outler megah dan pantalon lebar yang menggambarkan wanita aktif, wanita pekerja yang tidak melupakan
kodratnya sebagai perempuan,”ujarnya.

Menurut Istri Kepala Biro ADM  Kesra dan Kemasyarakatan Setda Sultra itu keberadaan daun sagu dan ulat sagu sebagai kearifan budaya Lokal di
kehidupan Masyarakat Konawe harus terus dilestarikan.

“Sehingga pada Fashion Show kali ini, segala kemasyhuran dari daun sagu dan ulat sagu diukir dengan  sepenuh hati pada Tenun Khas Konawe dalam kemewahan dan keanggunan  Casual Formal Malam Persembahan dari DWP Biro Kesra,”pungkasnya.

Sementara itu, saat membuka kegiatan Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto mengaku sangat mengapresiasi gelaran Sultra tenun Karnaval 2023. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari memperingati Hari Tenun Indonesia yang sudah diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres).

Ia menyebut bahwa tenun bukan hanya selembar kain yang dipintal dari benang-benang. Lebih dari itu, tenun adalah karya seni dan penelitian berkaitan dengan pengetahuan, budaya, kepercayaan, lingkungan hidup, serta sistem organisasi sosial dalam masyarakat.

“Tenun Sultra menggambarkan sebuah harmoni keberagaman yang saling berkaitan dan membuktikan bahwa keberagaman jika dirangkai dengan rasa-rasa akan menghasilkan karya yang indah,” ungkapnya.

Dalam pandangan Sekjen Kemenkumham RI itu, tenun merupakan potensi ekonomi yang tidak meninggalkan budaya sebagai jati diri bangsa Indonesia. Untuk itu, perlu langkah konkret dari Pemprov Sultra termasuk kabupaten kota untuk menjadikan potensi ekonomi tenun menjadi kekuatan ekonomi. (adm)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA