Pemkot Kendari Kerahkan 7 Truk Sampah dan 1 Loader Bersihkan Tumpukan Sampah di Baruga

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Okt 2026 16:35 52 redaksi

RADAR KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bergerak menangani tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan Jalan K.S. Tubun, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penanganan dilakukan dengan mengerahkan tujuh unit mobil pengangkut sampah dan satu unit alat berat jenis loader untuk membersihkan tumpukan sampah yang sebelumnya dikeluhkan warga.

Lurah Baruga, Suhrin Edward, mengatakan pengerahan armada tersebut dilakukan sebagai upaya menangani persoalan sampah yang telah mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.

Dalam kegiatan pembersihan tersebut, turut hadir Camat Baruga, Lurah Baruga, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kendari, serta pengawas sampah Kecamatan Baruga.

Sebelumnya, tumpukan sampah di kawasan Jalan K.S. Tubun menjadi keluhan warga lantaran meluber hingga ke badan jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan karena sebagian tumpukan sampah telah mengambil ruang jalan.

Salah seorang warga Baruga, Ibarar, sebelumnya mengeluhkan bau menyengat yang ditimbulkan tumpukan sampah tersebut. Ia juga khawatir kondisi itu dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

“Busuk sekali saat kita melintas. Rawan juga kita kecelakaan karena sampahnya sudah meluber ke jalan,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Tina. Ia mengkhawatirkan tumpukan sampah yang tidak segera ditangani dapat menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.

“Kalau menumpuk begini bukan hanya baunya yang buat tidak nyaman, bisa-bisa jadi sumber penyakit,” cetusnya.

Pembersihan dengan mengerahkan tujuh unit mobil sampah dan satu loader tersebut diharapkan dapat mengatasi tumpukan sampah sekaligus mengembalikan kebersihan dan kenyamanan lingkungan di kawasan Jalan K.S. Tubun.

Warga juga berharap penanganan tidak hanya dilakukan saat terjadi penumpukan, tetapi dibarengi dengan pengangkutan sampah secara rutin agar persoalan serupa tidak kembali terulang.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA