Pemprov Jatim dan Sultra Sinergi Mendorong Kolaborasi Pengusaha dan UMKM

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Nov 2025 19:31 161 radarkendari.id

KENDARI – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar misi dagang untuk memperkuat sinergi ekonomi antar-daerah.

Acara yang baru berjalan satu hari ini telah mencatat transaksi awal yang signifikan, menunjukkan besarnya potensi kolaborasi antara kedua provinsi.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya komitmen untuk menindaklanjuti potensi bisnis yang ada.

“Yang paling penting, saya sudah selesai. Yang kami perhatikan baik usaha para pengusaha segera menindak lebih cepat dari pemerintah,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka dalam sambutannya, Rabu (19/11/2025).

Gubernur Sultra mengungkapkan bahwa dalam satu hari pelaksanaan misi dagang, sudah tercatat transaksi kurang lebih Rp 800 juta. Ia berharap para peserta dapat terus bernegosiasi dan memaksimalkan peluang bisnis.

Menurutnya, saat ini adalah era di mana dunia bisnis mendekati titik untuk berkolaborasi dan bukan lagi hanya berkompetisi.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempermudah pengembangan usaha dan akses pasar, baik dalam hal pemasaran, permodalan, maupun peluang investasi.

“Kita akan sepakat perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Sulawesi tentang ekonomi di segala segi, baik makro maupun mikro,” tambahnya, menekankan bahwa MOU ini adalah payung hukum untuk sinergi yang lebih luas.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dan menjelaskan mekanisme Jatim dalam memastikan transaksi yang terjadi dapat ditindaklanjuti secara konkret.

“Maka di setiap misi dagang, kami memiliki desk. Kami menyiapkan GMS untuk bisa memonitor tindak lanjut dari semua transaksi yang terjadi,” jelas Gubernur Khofifah.

Desk tindak lanjut ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari kedua provinsi.

Ia mencontohkan keberhasilan misi dagang sebelumnya di Singapura yang mencatat transaksi Rp 4,16 triliun, di mana tindak lanjutnya telah membawa 25 investor mengunjungi IKM di Jatim.

Gubernur Khofifah juga menyoroti beberapa sektor spesifik, termasuk penandatanganan Kerja Sama Usaha Bersama (KUB) antara PT Bank Jatim dan PT Bank Sulawesi Tenggara, sebagai wujud komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Selain itu, Jatim menawarkan potensi kerja sama di bidang peternakan, khususnya terkait inseminasi buatan secara kolosal untuk penguatan peternak sapi, serta peluang investasi di sektor perikanan.

Gubernur Khofifah menyambut baik transaksi pengadaan kandang ayam petelur untuk Sultra, yang dinilai dapat membantu daerah tersebut memenuhi kebutuhan telur secara mandiri dan masif.

“Pertemuan ini adalah cara kita merajut Nusantara. Cara kita melakukan penguatan yang satu dengan yang lain,” tutup Gubernur Khofifah, menegaskan bahwa sinergi adalah kunci untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Kegiatan misi dagang ini akan ditutup secara formal pada sore hari, namun proses negosiasi dan tindak lanjut transaksi diperkirakan akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA