Pemprov Sultra – Pelindo Dobrak Pasar Global, Ekspor Langsung ke China Resmi Dimulai, Pangkas Biaya dan Waktu

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Jan 2026 19:14 150 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pelindo Terminal Peti Kemas (TPK) Kendari mencetak sejarah baru dalam perdagangan internasional dengan meluncurkan ekspor perdana komoditas ferronikel secara langsung (direct export) ke China melalui TPK Kendari, Rabu (28/01/206).

Langkah strategis ini mengeliminasi jalur transit domestik yang panjang, memberikan efisiensi luar biasa bagi para pelaku usaha di Bumi Anoa.

Pelepasan ekspor ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, bersama Kepala Dinas Perindag Sultra, Sukanto Toding, dan Terminal Head TPK Kendari, Herryanto.

Layanan direct call ini merupakan bukti kesiapan infrastruktur Terminal Peti Kemas (TPK) Kendari dalam mendukung percepatan ekonomi daerah.

Dengan sistem ini, pengiriman barang menjadi lebih cepat dan biaya operasional dapat ditekan serendah mungkin.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah daerah.

Selanjutnya, Keuntungan Operasional: Rute langsung memberikan keuntungan strategis bagi pengusaha dan diharapkan meningkatkan daya saing komoditas lokal di pasar global.

Kemudian, Dampak Kesejahteraan: Efisiensi logistik ini ditujukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat Sultra.

Kepala Dinas Perindag Sultra, Sukanto Toding, merincikan bahwa ekspor perdana ini membawa volume yang signifikan dengan nilai transaksi yang besar yakni Volume: 1.015 ton ferronikel, Nilai Transaksi: USD 2,95 juta atau setara dengan kurang lebih Rp49,7 miliar.

Sementara itu, Kinerja Ekspor 2025: Total nilai ekspor Sultra sepanjang 2025 mencapai USD 3,6 miliar (sekitar Rp59,7 triliun), tumbuh 8,4% dari tahun sebelumnya.

Meskipun saat ini sektor pertambangan masih mendominasi sebesar 98%, pemerintah daerah mulai serius membidik sektor pertanian dan kelautan untuk mengisi ruang ekspor langsung di masa depan.

Sektor Pertanian: Kakao, mete, lada, cengkeh, kelapa, kopi, jagung, dan sagu siap didorong ke pasar dunia.

Sektor Kelautan: Rumput laut, gurita, udang vaname, tuna, kepiting, hingga ubur-ubur asin menjadi komoditas potensial.

Jangkauan Pasar: Produk Sultra kini telah menjangkau 13 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, India, dan Belanda.

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Pemerintah Provinsi, Pelindo (TPK Kendari), dan berbagai mitra strategis.

Herryanto melaporkan keterlibatan aktif KADIN Sultra, perusahaan pelayaran seperti PT Binarapam dan Temas Shipping Line, serta pelaku industri seperti PT Wisnu Indonesia dan Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP).

“Kami siap mendukung penuh peningkatan produktivitas komoditas potensial daerah agar dapat langsung menjangkau pasar dunia dari pelabuhan kita sendiri,” tutup Herryanto.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA