
Foto ; suasana pembuatan Batako campuran terak nikel yang ramah lingkungan di Kasilampe Kota Kendari.
Kendari, RadarKendari.id – Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan pengembangan transfer teknologi pembuatan batako campuran terak nikel yang ramah lingkungan pada industri kecil menengah di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketua Tim PKMI UHO, Romy Suryaningrat Edwin ST MT PhD mengungkapkan bahwa batako sebagai bahan bangunan banyak digunakan dalam konstruksi karena sifatnya yang kedap air, mudah dibentuk, dan mudah diperoleh.
Perkembangan teknologi pembuatan batako menunjukkan peningkatan yang signifikan dari masa ke masa. Sehingga banyak dilakukan penelitian-penelitian tentang teknologi mortar yang terbarukan guna memperoleh mortar kualitas baik.

Dijelaskan, industri pembuatan batako sudah menjamur dan menjadi salah satu usaha kreatif yang ada di kota Kendari. Hasil-hasil penelitian tentang mortar seharusnya memberi peluang kepada industri kecil batako untuk membuat produk mortar siap pakai dengan mutu dan kualitas baik, namun belum di optimalkan dengan baik oleh beberapa pengusaha batako yang ada di kota Kendari.
“Jadi, adalun tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk sosialisasi hasil-hasil penelitian terdahulu tentang perlunya memberikan material tambahan berupa terak nikel pada adukan mortar untuk menghasilkan batako mutu baik, aman terhadap lingkungan dan memiliki nilai ekonomis,” ungkapnya saat ditemui di Kendari, Selasa (24/10).
Romy menuturkan, untuk pelaksanaannya yaitu melakukan trial adukan mortar komposisi semen portland, agregat halus (pasir), terak nikel dan air disertai dengan teknik memproses material sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku sehingga didapatkn hasil yang memenuhi standar mutu mortar sesuai SNI.
Lanjutnya, teral nikel tersebut merupakan limbah dari PT. Aneka Tambang Kabupaten Kolaka yang jumlahnya sangat melimpah dan bisa digunakan sebagai material pembuat batako untuk meningkatkan mutu batako tersebut yang saat ini belum dilakukan oleh para wirausahawan dan kelompok-kelompok usaha kecil dan menengah di Kota Kendari dan sekitarnya.
“Jadi, pengusaha dapat memproduksi batako dengan beragam mutu baik dan ekonomis sehingga dapat memenuhi kebutuhan customer sesuai dengan peruntukannya,” ucapnya.

Romy menambahkan, setelah melakukan sosialisasi dan mengamati permasalahan yang di hadapi mitra, pihaknya memberikan solusi untuk meningkatkan kualitas batako dari mitra yaitu solusi dengan memberikan pemahaman kepada mitra tentang perlunya memproduksi batako dengan beragam jenis mutu atau kekuatannya.
Kemudian, memberikan informasi tentang komposisi dan perbandingan material yang digunakan untuk memproduksi batako. Memberikan informasi tentang hasil-hasil penelitian mortar terkait berbagai variasi mutu mortar termasuk pemberian beberapa material tambahan yang sudah di uji sebelumnya.
“Serta kita memberikan bimbingan teknis transfer teknologi tentang kontrol kualitas batako yang sudah di buat dengan pengujian kuat tekan batako di laboratorium Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo,” pungkasnya. (Red/RK)
Tidak ada komentar