Potensi Besar Tapi Belum Maksimal, JMSI Tekankan Peran Pers Lokal Kawal Narasi Ekonomi Biru

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Jan 2026 19:58 60 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Potensi ekonomi biru Indonesia yang digadang-gadang sebagai pilar masa depan bangsa dinilai masih mengalami stagnasi di tingkat daerah.

Adanya jurang pemisah antara kebijakan nasional dengan implementasi riil di wilayah pesisir dan kepulauan menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.

Persoalan ini menjadi bahasan utama dalam Dialog Strategis Nasional bertajuk “Ekonomi Biru Indonesia: Menjembatani Kebijakan Nasional dengan Implementasi Daerah” yang digelar oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat bersama Beyond Borders Indonesia dan Pemkab Maluku Tenggara di Universitas Sahid, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, menegaskan bahwa ekonomi biru hanya akan menjadi wacana di atas kertas jika aspirasi daerah tidak masuk dalam arus utama kebijakan nasional.

Dalam hal ini, media lokal memegang peran krusial sebagai “penguji realitas” di lapangan.

“Media daerah adalah pihak yang menentukan apakah kebijakan pusat benar-benar bekerja atau hanya berhenti sebagai dokumen administratif. JMSI hadir sebagai penghubung untuk memastikan kondisi riil di daerah tersampaikan melalui penguatan narasi media lokal,” ujar Teguh.

Ia menambahkan, JMSI berkomitmen menjaga standar profesionalisme pers agar media siber di daerah mampu mendistribusikan konten lintas provinsi yang edukatif dan kritis terkait pembangunan ekonomi berbasis kelautan.

Di sisi lain, Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, memaparkan bukti nyata keberhasilan implementasi ekonomi biru dan pariwisata di wilayahnya.

Sepanjang tahun 2025, Kepulauan Kei mencatatkan lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan, terutama pada periode Juli hingga Oktober.

Berdasarkan data Pemkab, beberapa destinasi unggulan yang menjadi primadona antara lain: Air Terjun Soindrat: 18.275 pengunjung, Bukit Indah Bombay: 16.275 pengunjung.

Selanjutnya, Air Terjun Bombay: 14.250 pengunjung, Pantai Ngursarnadan: 13.851 pengunjung, dan Pantai Ngurtafur: 10.910 pengunjung.

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Victor E. Budhi Toffi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini didukung oleh peran strategis Langgur sebagai simpul transportasi melalui Bandara Karel Sadsuitubun (LUV), yang menjadi pintu masuk utama bagi para pelancong.

Dialog ini juga menghadirkan perspektif akademis dari Guru Besar UI Martani Huseini dan Guru Besar Politeknik AUP Maman Hermawan.

Kesimpulan besar dari forum ini menekankan bahwa tanpa peran media daerah yang aktif, kritis, dan profesional, ekonomi biru berisiko terjebak menjadi sekadar jargon pembangunan tanpa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

Acara yang diikuti oleh praktisi media, akademisi, dan mahasiswa ini menjadi seruan bagi pemerintah pusat untuk lebih melibatkan entitas daerah dalam merumuskan strategi ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA