Proyek Strategis di Pomalaa Kolaka Dituding Sebabkan Bencana Lumpur Merah di Area Persawahan Rakyat

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Nov 2025 16:45 270 radarkendari.id

KOLAKA – Kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor pertambangan nikel, khususnya di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, dilaporkan menyisakan duka mendalam bagi para petani padi di sekitarnya.

Puluhan hektar sawah di Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, terendam banjir parah akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi.

Yang memperburuk keadaan, sedimen lumpur berwarna merah dengan ketebalan setinggi betis kini menutupi seluruh area persawahan.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kolaka Raya, Andri Ovianto, mengungkapkan melalui siaran pers bahwa banjir lumpur yang menggenangi area persawahan Desa Lamedai ini adalah kejadian pertama kali sejak berdirinya PSN pembangunan smelter di Kecamatan Pomalaa.

“Ini sejarah pertama kali terjadi banjir hingga menggenangi area persawahan masyarakat desa Lemedai. Puluhan hektar sawah terdampak banjir,” ucap Andri Ovianto pada Senin, 11 November 2025.

Andri melanjutkan, seharusnya kehadiran PSN memberikan dampak positif, terutama bagi petani, bukan justru menimbulkan luka yang mendalam.

Ia menegaskan dukungannya terhadap investasi dan hilirisasi nikel, namun menuntut tanggung jawab pihak investor.

“Kami sangat mendukung investasi, kami tidak menolak hilirisasi. Tetapi pihak investor juga harus memberikan dampak yang positif kepada warga yang berada di sekitar lingkar PSN,” ungkapnya.

Menurut Andri, sejak beroperasinya PSN di Kolaka bagian selatan, sejumlah area persawahan mengalami kontaminasi lumpur berwarna merah.

Lumpur tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas pertambangan dan pembangunan smelter.

“Seminggu lalu air di sungai di desa Oko-oko berwarna merah akibat luapan tanah merah yang terbawa air hujan. Bahkan beberapa Desa seperti Desa Lamoiko, Pewisoa Jaya mereka juga terkena dampak banjir. Ini menandakan bahwa kehadiran PSN justru membawa bencana bagi masyarakat yang berada di area lingkar PSN,” ketusnya.

Andri Ovianto mendesak agar pihak perusahaan segera memberikan solusi terbaik dan melakukan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang kembali saat musim hujan.

“Sekarang musim hujan, jika tidak di antisipasi dengan cepat banjir besar akan terulang kembali. PSN jangan melenggang di atas penderitaan yang dialami masyarakat. Bukti nyata harus diberikan pihak perusahaan kepada masyarakat,” tutup Ketua JMSI Kolaka Raya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA