PT Vale Edukasi Siswa di Morowali Kelola Sampah Secara Bijak pada Peringatan HPSN

waktu baca 3 menit
Jumat, 13 Feb 2026 23:05 367 redaksi

RADARKENDARI.ID – Seiring pertumbuhan penduduk dan peningkatan aktivitas industri, pengelolaan sampah menjadi isu mendesak di Morowali.

Menyadari peran penting sekolah dalam membentuk perilaku generasi muda, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), melaksanakan program “Vale Goes to School” pada 10–11 Februari 2026 di SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan pada pendidikan lingkungan berkelanjutan sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Dalam sesi edukasi, siswa diperkenalkan pada konsep dasar Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), jenis-jenis sampah, serta dampak jangka panjang jika sampah tidak dikelola dengan baik.

Materi disampaikan melalui pendekatan visual, demonstratif, dan percakapan interaktif agar mudah dipahami.

Penekanan diberikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya sebatas membuang pada tempatnya, melainkan meliputi proses pemilahan, pengolahan, hingga kontribusi setiap individu dalam mengurangi volume sampah dan memahami dampak buruknya bagi lingkungan serta makhluk hidup.

Bagian paling berkesan bagi siswa adalah kunjungan ke TPS3R Onepute Jaya, fasilitas pengolahan sampah yang dibangun PT Vale dan dikelola oleh LPM Valone Jaya.

Di sana, siswa menyaksikan langsung penerapan konsep 3R dalam pengelolaan sampah sehari-hari.

Proses pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu diperlihatkan secara langsung. Siswa juga melihat bagaimana sampah organik diolah menjadi kompos untuk pengayaan tanah, sementara sampah anorganik bernilai jual seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan untuk dijual kembali.

Demonstrasi budidaya maggot menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi sorotan utama – metode ini tidak hanya mempercepat penguraian sampah organik, tetapi juga menghasilkan maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan nilai ekonomi tinggi.

Untuk menguatkan pemahaman, siswa mengikuti game pilah sampah yang mengajak mereka mempraktekkan cara pemilahan secara langsung dalam bentuk kompetisi.

Kepala Sekolah SMPN 2 Bahodopi, Misdar, menyampaikan apresiasi kepada PT Vale.

“Kegiatan ini sangat penting bagi siswa kami, karena memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sampah harus dikelola. Anak-anak jadi lebih memahami apa perbedaan sampah organik dan anorganik. Kami sangat berterima kasih kepada PT Vale atas kepedulian dan kerja sama yang terus terjalin,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMPN 3 Bungku Timur, Nurfan, memberikan komentar serupa. “Anak-anak kami mendapat pengalaman yang berharga. Melihat langsung proses pengolahan sampah membuat mereka lebih peduli,” katanya.

Mewakili Manajemen PT Vale Indonesia, Environment Engineer Nur Rasyidah Lacinu, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan di bidang pendidikan lingkungan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan komunitas.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa generasi muda memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan. HPSN menjadi momentum penting bagi kami untuk menguatkan edukasi langsung kepada siswa,” jelasnya.

Perusahaan berharap kegiatan ini dapat memicu inisiatif lanjutan di tingkat sekolah, seperti pembentukan bank sampah, kelompok peduli lingkungan, hingga program rutin pengelolaan sampah yang melibatkan siswa dan masyarakat sekitar.

PT Vale meyakini bahwa perubahan nyata dimulai dari sekolah, kemudian berlanjut ke rumah dan lingkungan sekitar, dengan harapan siswa dapat menjadi agen perubahan yang memengaruhi keluarga, teman sebaya, dan masyarakat dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA