Ramadan Sultra Fest 2026 Dorong UMKM Go Digital, Transaksi QRIS Ramaikan Bazar Berbuka

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Mar 2026 12:23 114 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Suasana Ramadan di Sulawesi Tenggara semakin semarak dengan hadirnya Ramadan Sultra Fest 2026, sebuah festival yang menghadirkan beragam kuliner khas untuk menemani masyarakat berbuka puasa sekaligus menjadi ajang percepatan digitalisasi transaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Festival ini menghadirkan berbagai olahan makanan dan minuman yang dapat dinikmati pengunjung saat berbuka puasa. Menariknya, hampir seluruh pelaku UMKM yang membuka stan di kegiatan tersebut telah menyediakan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Di setiap stan UMKM, kode QR terpajang di bagian depan sebagai alternatif pembayaran selain uang tunai. Hal ini menjadi bukti bahwa digitalisasi transaksi mulai menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, bahkan di tengah bazar Ramadan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan festival Ramadan tahun ini menjadi panggung percepatan transaksi non-tunai berbasis QRIS di daerah.

“Momentum Ramadan ini menjadi waktu yang tepat untuk membiasakan masyarakat dan pelaku usaha bertransaksi secara digital,” ujar Edwin, Selasa (4/3/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya terus mendorong UMKM memanfaatkan QRIS karena tidak hanya memudahkan pembeli, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam pencatatan keuangan yang lebih rapi dan transparan.

Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak sebatas menyediakan sistem pembayaran digital, tetapi juga pendampingan langsung kepada pelaku usaha agar terbiasa menggunakan platform transaksi non-tunai.

“Bank Indonesia tak hanya menghadirkan sistem pembayaran digital, tetapi juga memberi pendampingan langsung agar para pelaku usaha terbiasa menggunakan platform non-tunai,” imbuhnya.

Ramadan Sultra Fest 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Bank Sultra, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain menghadirkan bazar UMKM, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi ekonomi syariah serta program stabilisasi harga pangan untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

Tak hanya itu, Bank Indonesia juga membuka layanan penukaran uang rupiah berbasis pendaftaran digital melalui aplikasi PINTAR.

Sistem ini dirancang agar proses penukaran uang menjelang Idulfitri lebih tertib dan efisien, sekaligus mengurangi antrean panjang seperti yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Edwin menegaskan, melalui Ramadan Sultra Fest, digitalisasi tidak lagi sekadar wacana, tetapi sudah hadir langsung dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

“Melalui Ramadan Sultra Fest, digitalisasi tak lagi sekadar jargon. Ia hadir di meja kasir UMKM, di genggaman pembeli, dan menjadi bagian dari transformasi ekonomi daerah,” tegasnya.

Bank Indonesia berharap kebiasaan bertransaksi digital yang tumbuh selama Ramadan dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi penguatan ekonomi Sulawesi Tenggara di masa mendatang.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA