Sempat Bahagia, Petani Nanga-Nanga Kendari Kini Gigit Jari Soal Bantuan Sumur Bor yang Diduga Dialihkan Distan

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:19 63 redaksi

RADAR KENDARI — Rencana pengalihan bantuan sumur bor dari Balai Wilayah Sungai (BWS) oleh Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari menuai keluhan dari kalangan petani di kawasan Nanga-Nanga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Salah seorang kelompok tani di kawasan Nanga-Nanga, Boy, menyayangkan adanya rencana pengalihan bantuan sumur bor tersebut ke kawasan pertanian lain.

Padahal, fasilitas penyediaan air itu sangat dibutuhkan para petani untuk mengairi lahan, terutama saat memasuki musim kemarau.

“Kawasan pertanian di Nanga-Nanga berada di area pegunungan yang sulit mendapatkan pasokan air. Bantuan sumur bor sangat kami butuhkan, apalagi dalam waktu dekat petani di sini diajukan untuk menerima bantuan padi gogo, cokelat (kakao), serta bibit tanaman produktif lainnya,” ungkap Boy, Senin (10/08/2026).

Ia menambahkan, para petani sempat merasa lega dan bahagia ketika menerima informasi awal bahwa BWS akan menyalurkan bantuan sumur bor.

Namun, informasi terakhir menyebutkan bahwa Distan Kendari bakal mengalihkan bantuan tersebut ke wilayah lain.

Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Baruga, Yanis, memberikan klarifikasi terkait dinamika teknis di lapangan.

Yanis menjelaskan bahwa sejak awal penetapan lokasi (titik) bantuan sumur bor dari BWS memang diperuntukkan bagi lahan sawah dan bukan di kawasan perkebunan Nanga-Nanga.

Menurut Yanis, persoalan bermula saat tim BWS melakukan survei pengujian geolistrik di lokasi awal.

Tim BWS menilai dua dari tiga titik yang diusulkan tidak memenuhi kriteria teknis karena kondisi lahan sawah tergenang air saat peninjauan.

“Pihak BWS sempat mengonfirmasi ke saya apakah bantuan bisa dialihkan ke lokasi lain. Karena di kawasan Nanga-Nanga ada pembukaan lahan baru, kami berkoordinasi. Namun, penentuan dan pengalihan lokasi bantuan sepenuhnya merupakan kewenangan Dinas Pertanian, bukan PPL maupun pihak BWS,” jelas Yanis.

Ia menambahkan, tergenangnya lahan sawah saat pengujian BWS terjadi karena petani sedang mengalirkan air untuk mengantisipasi kekeringan.

Setelah berkoordinasi kembali dengan Distan Kendari, diputuskan bahwa bantuan sumur bor BWS tetap disalurkan untuk kawasan persawahan sesuai kriteria program ketahanan pangan, dengan mencari titik lokasi sawah lain yang memenuhi syarat.

Pihak PPL Kecamatan Baruga juga memastikan akan tetap mengawal pengajuan bantuan sarana prasarana air bagi kelompok tani di Nanga-Nanga pada periode pengusulan berikutnya.

“Bantuan dari BWS ini memang sangat diharapkan karena dilengkapi dengan sistem panel surya (solar cell), sehingga tidak membebani petani dengan biaya operasional bahan bakar mesin diesel. Kami tetap mengupayakan dan mengawal usulan agar kebutuhan air petani di Nanga-Nanga dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Pewarta media ini terus menghubungi pihak Distan Kendari dan BWS untuk mendapatkan keterangan resmi terkait polemik ini.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA