Tampak kumpulan lalat yang hinggap di pemukiman warga Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan. MORAMO UTARA – Masyarakat Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah dikepung oleh wabah lalat yang meresahkan.
Kawanan serangga pemakan bangkai dan kotoran ini mulai menyerbu pemukiman warga sejak sehari sebelum perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, dan kondisinya kian memprihatinkan hingga hari ini, Kamis (28/05/2025).

Tampak sekumpulan lalat yang hinggap di meja makan warga Kelurahan Lalowaru.
Kehadiran lalat dalam jumlah yang tidak wajar ini diduga kuat bersumber dari salah satu usaha peternakan ayam potong yang beroperasi di kawasan pemukiman tersebut.
Lalat tidak hanya hinggap di luar rumah, tetapi sudah masuk ke ruang tamu, kamar tidur, hingga ke area dapur, sehingga mengancam kesehatan dan kenyamanan warga.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi ini karena dinilai sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat menyajikan makanan untuk keluarga.
Menurut Daeng, salah seorang warga Kelurahan Lalowaru, kondisi ini membuat masyarakat merasa sangat tidak nyaman, terlebih momen ini bertepatan dengan hari raya di mana banyak warga yang berkumpul dan menyajikan hidangan Lebaran.
“Sangat resah kami di sini. Lalatnya banyak sekali, sampai-sampai mau makan saja susah karena harus terus-terusan mengusir lalat. Kejadiannya ini pas satu hari sebelum Lebaran Iduladha kemarin, tiba-tiba lalat langsung banyak sekali masuk ke rumah,” ujar Daeng dengan nada kesal.
Keluhan senada juga disampaikan oleh warga lainnya, Ode. Ia menduga kuat bahwa ledakan populasi lalat ini dipicu oleh tata kelola limbah yang buruk dari peternakan ayam potong yang berada di sekitar wilayah mereka.
Warga mendesak pihak pengelola peternakan dan pemerintah setempat untuk segera mengambil tindakan nyata.
“Kami menduga ini gara-gara peternakan ayam potong yang ada di dekat sini. Kemungkinan karena masalah kebersihan kandang atau kotorannya yang tidak dikelola dengan baik. Kalau dibiarkan terus, kami khawatir anak-anak di sini bisa kena penyakit, seperti diare atau muntaber. Harus ada tindakan dari pemilik peternakan atau pemerintah,” tegas Ode.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Kelurahan Lalowaru sangat berharap pihak instansi terkait, baik Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Kesehatan setempat, dapat turun tangan untuk melakukan inspeksi ke lokasi peternakan ayam tersebut dan memberikan solusi cepat demi kenyamanan serta kesehatan masyarakat.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar