Sukses Bangun Ekosistem Digital, Diskominfo Kendari Jadi Kiblat Studi Tiru Kota Bontang

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Jul 2026 18:19 40 redaksi

RADAR KENDARI – Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam membangun ekosistem pemerintahan digital kian menarik perhatian daerah lain di Indonesia.

Kali ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang, Kalimantan Timur, memboyong rombongannya untuk melakukan studi tiru di Diskominfo Kota Kendari, Senin (6/7/2026).

Kunjungan kerja ini difokuskan untuk mempelajari berbagai terobosan tata kelola digital yang sukses diterapkan di ibu kota Sulawesi Tenggara tersebut.

Mulai dari manajemen media sosial, optimalisasi layanan kegawatdaruratan Call Center 112, hingga strategi pengembangan super apps pelayanan publik.

Kepala Diskominfo Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, S.Pi., M.Si, mengungkapkan bahwa penunjukan Kota Kendari sebagai lokus studi tiru didasari oleh rekam jejak digitalisasi daerah ini yang dinilai sangat terintegrasi dan konkret.

“Kami datang untuk melakukan studi tiru, terutama terkait tata kelola digital yang sudah berjalan mapan di Diskominfo Kendari. Salah satu yang sangat menginspirasi kami adalah pengelolaan media sosial yang terintegrasi. Capaian hingga jutaan viewers merupakan prestasi luar biasa dan menjadi referensi utama bagi kami untuk diterapkan di Bontang,” ujar Andi Hasanuddin.

Selain kepiawaian mengelola media komunikasi publik, rombongan dari Kalimantan Timur ini juga membedah sistem operasional Call Center 112 Kendari.

Layanan pengaduan cepat tanggap ini sebelumnya memang dikenal menorehkan prestasi mentereng sebagai peringkat ketiga terbaik di tingkat nasional.

Namun, yang paling memantik perhatian Diskominfo Bontang adalah arsitektur super apps yang dikembangkan Pemkot Kendari.

Andi mengaku mendapatkan formula baru untuk menyempurnakan aplikasi serupa yang tengah digodok di daerahnya. Saat ini, Bontang sedang menyiapkan peluncuran super apps yang mengintegrasikan sembilan perangkat daerah.

Inspirasi terbesar muncul dari konsep integrasi layanan publik dengan sistem pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diterapkan Kendari. Strategi ini dinilai jitu untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Masukan ini sangat baik bagi kami. Ke depan, fitur berbasis PBB akan kami pertimbangkan dalam pengembangan aplikasi. Jadi nantinya masyarakat Bontang bisa mengakses berbagai layanan, mulai dari pantauan CCTV, layanan rumah sakit, hingga pembayaran PBB cukup dalam satu aplikasi saja,” jelasnya panjang lebar.

Semua pengalaman dan masukan yang dibawa dari Kendari, lanjut Andi, akan menjadi ‘oleh-oleh’ berharga untuk mempercepat transformasi digital di Kota Bontang.

Di tempat yang sama, Kepala Diskominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menyambut hangat kedatangan koleganya tersebut. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dipilihnya Kota Kendari sebagai rujukan digitalisasi.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Pak Kadis Kominfo Bontang bersama rombongan. Kota Bontang merupakan salah satu daerah maju di Kalimantan Timur dengan masyarakat yang sudah melek digital. Semoga kunjungan ini semakin mempererat kerja sama antardaerah dalam pengembangan pemerintahan berbasis digital,” tutur Sahuriyanto.

Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini, melainkan bisa berlanjut melalui kunjungan balasan dari Pemkot Kendari ke Kota Bontang guna saling memperkaya inovasi pelayanan publik di masa depan.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA