Ketua JMSI Kolaka Raya, Andri Ovianto RADARKENDARI.ID – Lonjakan volume kendaraan di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, yang kian tak terkendali memicu perhatian serius dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kolaka Raya.
Mengingat tingginya angka kecelakaan dan kemacetan, JMSI mendesak adanya sinergi antara Polres Kolaka dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera membangun Pos Lalu Lintas (Pos Lantas) di wilayah tersebut.
Ketua Pengurus Cabang JMSI Kolaka Raya, Andri Ovianto, menyatakan bahwa kehadiran Pos Lantas di titik-titik rawan sangat krusial untuk memantau, mengatur, dan mendisiplinkan pengguna jalan secara langsung.
Menurut Andri, pesatnya aktivitas industri sejak adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pomalaa menjadi faktor utama kepadatan arus lalu lintas, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan karyawan.
“Semenjak adanya PSN di Kecamatan Pomalaa, hampir setiap hari terjadi kecelakaan. Salah satu faktor penyebab utamanya adalah kepadatan volume kendaraan yang luar biasa, khususnya pada pagi dan sore hari,” ujar Andri dalam keterangan resminya, Senin (12/1).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Andri ini menjelaskan bahwa Pos Lantas nantinya tidak hanya berfungsi sebagai titik pantau, tetapi juga sebagai basis operasi penegakan hukum.
Beberapa fungsi vital yang diharapkan meliputi: Turjawali: Pelaksanaan tugas pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli secara rutin di titik kepadatan tinggi.
Selanjutnya, Respon Cepat: Menjadi pusat penyidikan awal jika terjadi kecelakaan lalu lintas, Pusat Pelayanan Masyarakat: Memudahkan warga melapor kecelakaan atau meminta bantuan darurat tanpa harus menuju ke Polres, dan Kamtibmas: Memberikan rasa aman serta mencegah potensi tindak kriminalitas di jalan raya.
JMSI Kolaka Raya berharap Pemda Kolaka dan Polres Kolaka dapat duduk bersama untuk merealisasikan infrastruktur keamanan jalan ini dalam waktu dekat.
“Kami sangat berharap Polres dan Pemda sesegera mungkin membangun Pos Lantas di Pomalaa. Ini demi keselamatan masyarakat banyak agar kemacetan terurai dan angka kecelakaan bisa ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar