Indosat kembali membuktikan keandalan jaringannya di momen Lebaran 2026. Indosat mencatat lonjakan trafik data sebesar 20% lebih tinggi dibanding periode mudik Lebaran tahun lalu (year-on-year). Lonjakan ini sejalan dengan proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memperkirakan kenaikan trafik telekomunikasi nasional hingga 40% selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. RADARKENDARI.ID – Momen mudik Lebaran 2026 menjadi ujian besar bagi layanan telekomunikasi nasional. Di tengah pergerakan jutaan masyarakat, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatat lonjakan trafik data yang signifikan, bahkan melampaui ekspektasi.
Dalam siaran pers yang dirilis pada 25 Maret 2026, Indosat mengungkapkan bahwa trafik data selama periode mudik meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan konektivitas masyarakat, seiring mobilitas besar-besaran di berbagai wilayah Indonesia.
Lonjakan tersebut sejalan dengan proyeksi dari Kementerian Komunikasi dan Digital yang memperkirakan peningkatan trafik telekomunikasi nasional hingga 40 persen selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
Peningkatan penggunaan data paling terasa di jalur-jalur utama mudik, terutama dari Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Hal ini mencerminkan tingginya aktivitas digital masyarakat, mulai dari komunikasi hingga hiburan selama perjalanan.
Meski terjadi lonjakan signifikan, Indosat memastikan jaringan tetap stabil. Perusahaan mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau trafik secara real-time, memprediksi potensi kepadatan, dan mengoptimalkan kapasitas jaringan secara otomatis.
“Periode mudik dan arus balik Lebaran merupakan ujian sesungguhnya bagi ketangguhan jaringan kami. Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan kami dalam menghadirkan layanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Director and Chief Technology Officer Indosat, Desmond Cheung.
Indosat juga mengoptimalkan jaringan di 77 jalur mudik yang mencakup lebih dari 8.000 kilometer, termasuk jalan tol, jalur non-tol, dan jalur kereta api.
Selain itu, sebanyak 797 titik strategis seperti rest area, stasiun, dan destinasi wisata menjadi fokus penguatan jaringan.
Untuk mendukung kelancaran layanan, lebih dari 2.500 engineer disiagakan selama 24 jam di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan juga melakukan peningkatan kapasitas di ribuan site serta menambah ratusan BTS mobile guna mengantisipasi lonjakan trafik.
Data menunjukkan, selama mudik Lebaran 2026, layanan yang paling banyak diakses pelanggan adalah aplikasi pesan instan, media sosial, dan video streaming. Platform seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok menjadi yang paling dominan digunakan.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Indosat menegaskan komitmennya sebagai perusahaan berbasis teknologi (AI-TechCo) untuk menghadirkan konektivitas yang andal di momen penting bagi masyarakat Indonesia.
“Bagi kami, ini bukan sekadar soal angka, tetapi tentang kepercayaan pelanggan di momen yang paling berarti,” tutup Desmond.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar