RADAR KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul terpantau kabut asap yang menyelimuti wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), termasuk Kota Kendari.
Imbauan tersebut disampaikan Pemkot Kendari melalui informasi resmi yang mengacu pada pemantauan kondisi kabut asap dan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan pantauan satelit Himawari-9, sebaran asap yang masuk ke wilayah Sultra berasal dari luar daerah, terutama dari wilayah Papua Selatan dan Maluku.
Pada 3 Oktober 2026, asap cukup tebal teramati di Kota Kendari dan sekitarnya dengan jarak pandang kurang dari 5 kilometer.
Kondisi tersebut diperkirakan masih berpotensi berulang dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, khususnya terhadap kesehatan dan aktivitas di luar ruangan.
Dalam imbauannya, Pemkot Kendari mengajak masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga disarankan memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh.
Selain itu, warga diminta menutup jendela dan pintu rumah ketika asap terasa semakin pekat guna mengurangi masuknya partikel asap ke dalam ruangan.
Kelompok masyarakat yang rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan, juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap berlangsung.
Pemkot Kendari turut mengingatkan pengguna jalan raya, transportasi laut, maupun penerbangan agar mewaspadai kemungkinan penurunan jarak pandang secara signifikan akibat kabut asap.
Dari sisi kualitas udara, informasi dalam imbauan tersebut menyebutkan bahwa konsentrasi PM2,5 berada pada kategori sedang, yakni sekitar 15,5–55,4 µg/m³, terutama pada dini hari hingga sore.
Pemkot Kendari meminta masyarakat terus memantau perkembangan kondisi kabut asap melalui kanal resmi BMKG dan mengikuti setiap informasi maupun imbauan yang dikeluarkan.
“Tetap tenang, waspada, dan pantau informasi resmi BMKG,” ungkap Kadis Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto, Minggu (04/10/2026).
Kondisi kabut asap ini menjadi perhatian karena selain dapat mengganggu jarak pandang, paparan partikel udara juga berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi udara dan segera membatasi aktivitas luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.
Tidak ada komentar