Bappeda Sultra Gelar Pelatihan Pencegahan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Des 2024 15:46 74 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan pelatihan bertema antisipasi dan penanganan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (Gotrak) di Hotel Kubah 9 Kendari, Rabu (18/12/2024). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pegawai mengenai pentingnya menjaga postur tubuh selama bekerja, guna mencegah keluhan kesehatan yang dapat mengganggu produktivitas.

Pelatihan  ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu dr. Dewi Lestari, MMRS, AIFO-K, CI, dan Ragil Atmaja, ST, AIFO. Kedua narasumber menyampaikan materi tentang pentingnya postur tubuh yang baik, serta teknik sederhana untuk mencegah dan menangani gangguan fisik akibat aktivitas kerja.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Bappeda Sultra, Waode Muslihatun, menekankan bahwa pelatihan ini merupakan respons atas banyaknya keluhan fisik yang dialami pegawai akibat durasi kerja yang panjang.

“Kami di Bappeda sering merasakan keluhan tubuh, seperti sakit pinggang, bahu, dan leher. Oleh karena itu, pimpinan berinisiatif mengadakan pelatihan ini agar kami dapat bekerja lebih efisien tanpa mengabaikan kesehatan,” ujarnya.

Ia optimis pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi kinerja Bappeda Sultra. “Dengan tubuh yang lebih sehat, kualitas kerja tentu akan meningkat, yang pada akhirnya berkontribusi pada perencanaan pembangunan di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Selain pelatihan ini, Bappeda Sultra berencana untuk menyelenggarakan pelatihan lanjutan guna memperdalam pemahaman pegawai terkait pencegahan dan penanganan Gotrak. “Kami berharap para peserta tidak hanya menerapkan pengetahuan yang didapatkan, tetapi juga menyebarkannya kepada keluarga dan rekan kerja,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam paparannya, dr. Dewi Lestari menjelaskan bahwa Gotrak bukan hanya ancaman bagi pekerja fisik, tetapi juga bagi pekerja kantoran. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 58-60% kasus Gotrak dialami oleh pekerja kantoran, dengan lebih dari 10% berujung pada kecacatan.

“Posisi tubuh yang buruk saat bekerja, seperti duduk terlalu lama atau membungkuk saat menggunakan gadget, dapat memberikan tekanan berlebih pada tubuh. Misalnya, beban pada leher bisa mencapai 12 kilogram jika posisi kepala membungkuk terlalu lama. Ini berisiko menimbulkan keluhan di leher, bahu, hingga punggung,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pelatihan ini memberikan edukasi tentang metode pencegahan dini, salah satunya teknik “ispot” yang efektif memperbaiki postur tubuh. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pegawai mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama bekerja.

Suksesnya event ini tentu tidak lepas dari peran panitia penyelenggara yang juga merupakan Owner TikTok Kendari Sehat,  Bansa Tuasikal. Kegiatan ini juga mendapat banyak apresiasi dari para peserta yang berharap pelatihan serupa dapat diterapkan di instansi lainnya di Indonesia, untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. (adm)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA