Camat Puuwatu, Sainul Latief bersama warga memanfaatkan pekarangan menjadi lahan produktif dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. RADARKENDARI.ID, Kendari, Sulawesi Tenggara – Kolaborasi warga, RT/RW, Lurah Lalodati, dan Camat Puuwatu berhasil mewujudkan program Kota Sehat 2025 di Kelurahan Lalodati.

Masyarakat Lalodati Puuwatu memanfaatkan pekarangan rumah menjadi perkebunan seserahan untuk menjaga ketahanan pangan.
Sabtu (12/7/2025), mereka bersama-sama membersihkan lingkungan dan mengoptimalkan lahan pekarangan untuk menanam sayur dan TOGA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kota Sehat 2025 dengan fokus B2BSA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman). Kegiatan tersebut melibatkan warga, RT, RW, dan Lurah Lalodati.
Sainul menekankan bahwa program B2BSA di Lalodati bukan hanya seremonial, tetapi merupakan upaya nyata untuk mewujudkan pola hidup sehat di masyarakat.
Luasnya lahan pekarangan warga dimanfaatkan secara optimal untuk bercocok tanam, menghasilkan tanaman toga dan sayuran. Hal ini dinilai sangat penting, terutama di tengah lonjakan harga komoditas seperti tomat dan lombok.
“Pemanfaatan pekarangan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan kesehatan warga, tetapi juga bernilai ekonomis,” ujar Camat Sainul.
Pemerintah pun mendorong RT dan RW di lingkungan dasawisma untuk menggiatkan penanaman tanaman pangan di pekarangan rumah.
Selain itu, kegiatan juga meliputi penataan lingkungan, pembabatan rumput liar, dan pembersihan sampah di perbatasan Kelurahan Punggulaka-Lalodati hingga SMP Negeri 13 Kendari (Sekolah Adiwiyata) di Jalan Dr. Sutomo.
“Area tersebut merupakan salah satu titik pantau program Kota Sehat 2025. Kerja sama yang baik antara warga, RT, RW, Lurah Lalodati, dan Camat Puuwatu menjadi kunci keberhasilan kota Kendari mewujudkan Kota Sehat 2025,” pungkas Sainul.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar