Kolaborasi AGPAI dan TLC Sultra, Tingkatkan Kompetensi Guru PAI Melalui Kurikulum Cinta

waktu baca 3 menit
Sabtu, 26 Jul 2025 09:00 137 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAI) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Teacher Learning Center (TLC) secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di seluruh Sultra.

Penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan pengembangan Kurikulum Cinta pada sekolah umum yang digagas oleh Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Kanwil Kemenag Sultra) melalui Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam.

Pelatihan yang diikuti oleh 40 guru PAI se-Sultra ini bertujuan untuk membekali para guru dengan kemampuan mengimplementasikan Kurikulum Cinta, sebuah inisiatif baru yang menekankan penanaman nilai-nilai empati, moralitas, dan kasih sayang dalam proses pembelajaran.

Apresiasi dari Berbagai Pihak

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kanwil Kemenag Sultra, Muhammad Basri menjelaskan bahwa kerja sama antara AGPAI dan TLC ini akan berfokus pada peningkatan kompetensi guru, pembiasaan budaya positif di sekolah seperti salat dhuha dan sedekah, serta pengenalan pembelajaran AI.

“Kami akan memberikan peningkatan kompetensi, pembiasaan budaya positif di sekolah, seperti pelaksanaan salat dhuha, pembinaan bersedekah, sifat empati, dan pembelajaran AI,” ujar Basri, Jumat (25/07/2025).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sultra, Prof. Aris Badara, menyambut baik kolaborasi ini.

Ia menyoroti tantangan yang dihadapi guru PAI, khususnya terkait pendanaan untuk sertifikasi guru.

“Beberapa laporan yang saya dapat, beberapa guru belum mengikuti kompetensi guru karena terkait (terkendala) dengan anggaran,” kata Prof. Aris Badara.

Ia berharap kerja sama AGPAI dan TLC dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelatihan, termasuk pengembangan kompetensi digital bagi guru agama.

Prof. Aris Badara juga secara khusus mengapresiasi implementasi Kurikulum Cinta.

“Saya mengapresiasi hadirnya kurikulum cinta ini. Saya kira ini dilandasi oleh filosofi yang dalam. Apalagi saat ini perkembangan sosial kemasyarakatan sepertinya cinta itu sudah mulai kering. Sehingga kita perlu menanamkan rasa cinta kita terutama kepada sesama,” ungkapnya, menegaskan pentingnya kurikulum yang berlandaskan pada nilai-nilai kasih sayang di tengah perubahan sosial yang pesat.

Kolaborasi Kunci Kemajuan Pendidikan

Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Muhammad Saleh, menekankan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata dari ikhtiar bersama untuk menerapkan kurikulum berbasis cinta.

“Tidak ada ajaran satu agama pun yang mengajarkan kita untuk saling mencaci atau adu domba satu dengan yang lain,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta bukan kurikulum yang berdiri sendiri, melainkan sebuah pendekatan strategi untuk menumbuhkan rasa cinta kepada sesama, Tuhan, lingkungan, dan diri sendiri.

“Bagaimana kita menanamkan dalam sebuah proses pembelajaran, transfer ilmu pengetahuan kepada anak bukan hanya pada pencapaian pengetahuan, tapi bagaimana kemampuan emosional dan spiritualnya, maka guru agama sangat tepat,” tambah H. Muhammad Saleh, menyoroti peran strategis guru PAI dalam menanamkan moralitas.

Ia mengajak seluruh guru PAI untuk terus berkolaborasi. “Sehebat apapun kita tanpa kolaborasi dan sinergi tidak mungkin kita mencapai sejauh target yang maksimal,” jelasnya.

Ketua AGPAI Sultra, La Hamiku, menyampaikan bahwa pasca-MoU ini, akan ada kegiatan peningkatan kapasitas guru agama se-Sultra secara mandiri, namun tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Apalagi dengan adanya kurikulum cinta ini, perhatiannya tidak hanya agama karena ini berada di sekolah umum. Karena di sekolah umum itu bukan hanya ada agama Islam tapi juga ada yang lain,” pungkasnya, berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA