RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) pada semester I tahun 2025 menunjukkan performa positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, ekonomi wilayah ini tumbuh sebesar 5,78 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (c-to-c).
Plt Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan, menjelaskan bahwa pertumbuhan positif ini merata di hampir seluruh sektor.
“Hanya dua lapangan usaha yang mengalami kontraksi, yaitu Jasa Perusahaan sebesar 0,59 persen dan Administrasi Pemerintahan sebesar 0,02 persen,” ujar Andi, Selasa (05/08/2025).
Sektor-sektor yang menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sultra di semester pertama ini adalah: Industri Pengolahan yang tumbuh signifikan sebesar 15,44 persen, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum dengan pertumbuhan 11,24 persen, dan Jasa Lainnya yang naik sebesar 8,81 persen.
Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan dalam struktur PDRB Sultra, juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,42 persen.
Kinerja Triwulan II-2025 Terus Meningkat
Jika dilihat secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi Sultra juga menunjukkan tren yang membaik.
Dibanding triwulan II-2024 (y-on-y), ekonomi Sultra tumbuh 5,89 persen. Pertumbuhan tertinggi disumbang oleh sektor Industri Pengolahan (18,07 persen), Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (11,38 persen), dan Pertambangan dan Penggalian (8,99 persen).
Namun, sektor Administrasi Pemerintahan mengalami kontraksi terdalam sebesar 6,72 persen.
Dibanding triwulan I-2025 (q-to-q), ekonomi Sultra tumbuh 3,17 persen. Pendorong utamanya adalah sektor Konstruksi (9,87 persen), Jasa Lainnya (9,80 persen), dan Jasa Kesehatan (8,10 persen).
Di sisi lain, sektor Pengadaan Listrik dan Gas mengalami kontraksi terdalam sebesar 3,51 persen.
Dominasi Sektor Primer dan Sekunder
Andi Kurniawan juga menambahkan bahwa struktur PDRB Sultra pada triwulan II-2025 tidak banyak berubah.
Perekonomian Sultra masih didominasi oleh empat sektor utama yang memiliki kontribusi signifikan, yaitu: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (24,57 persen), Pertambangan dan Penggalian (20,78 persen), Perdagangan Besar dan Eceran (12,66 persen), dan Konstruksi (10,61 persen).
“Keempat lapangan usaha ini secara total menyumbang 68,62 persen dari total perekonomian Sulawesi Tenggara,” pungkas Andi Kurniawan.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar