Median Jalan Pasar Baru Kendari Dimajukan untuk Cegah Kecelakaan

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Nov 2025 11:57 175 radarkendari.id

Kendari, Sulawesi TenggaraBalai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah proaktif dalam menanggulangi kemacetan dan tingginya angka kecelakaan di persimpangan Pasar Baru Kota Kendari.

Melalui kajian teknis, BPTD merekomendasikan dan akan menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk perubahan fisik median dan pengaturan ulang fase lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) atau traffic light.

Desy Ariatisyah, Staf Teknis BPTD Sulawesi Tenggara, menjelaskan bahwa hasil penelitian yang telah mereka lakukan menunjukkan bahwa persimpangan Pasar Baru adalah salah satu titik konflik (benturan) dan rawan kecelakaan.

“Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kami telah memberikan rekomendasi secara teknis untuk memajukan median yang ada di masing-masing simpang,” ungkap Desy, Selasa (25/11/2025).

Desy mengungkapkan, langkah memajukan median ini memiliki dua tujuan utama yakni untuk mengurangi konflik yang terjadi di pertengahan persimpangan dan untuk mengurangi jarak pandang yang tidak terlihat sebelumnya.

Desy menambahkan bahwa sebelumnya, lampu merah (APIL) dianggap terlalu mundur, dan perubahan penanganan ini diharapkan membuat kendaraan dari seluruh lengan simpang dapat melihat lampu dan memiliki jarak pandang yang lebih baik.

Selain perubahan fisik, BPTD Sultra juga akan melakukan perubahan signifikan pada durasi dan fase lampu lalu lintas.

Fauzan, Staf Teknis BPTD Sultra lainnya, menerangkan bahwa mereka akan melaksanakan rekayasa lalu lintas dengan mengubah fase APIL.

“Nanti kita akan berlakukan untuk dua arah (hijau secara bersamaan pada dua lengan simpang yang saling berseberangan) untuk menekan waktu merah,” jelas Fauzan.

Saat ini, Fauzan menyebutkan kondisi lampu merah di persimpangan tersebut waktu tunggu merahnya mencapai dua menit untuk satu kaki simpang.

“Itu tentunya mengambil waktu yang lama untuk pengendara menunggu dan menyebabkan antrean yang panjang. Dengan pengubahan fase APIL ini, waktu tunggu merah Bapak Ibu semuanya kita bisa singkatkan dan juga bisa mengefisiensikan waktu,” tambahnya.

Rekayasa lalu lintas ini diharapkan dapat secara efektif menekan durasi waktu tunggu, mengurangi panjang antrean, dan meminimalisir potensi kecelakaan di salah satu titik tersibuk di Kota Kendari tersebut.

Untuk meningkatkan keselamatan, Fauzan juga memastikan akan ada voice announcer atau pengumuman suara yang mengingatkan pengendara yang melewati persimpangan Pasar Baru untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA