Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran (kiri) dan jajaran meninjau lokasi pembangunan jalan penghubung Budi Utomo-Sekolah Rakyat di kawasan Simpang Lima, Abeli Dalam. (Dinas Kominfo Kota Kendari) RADARKENDARI.ID — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari merespons cepat keluhan masyarakat terkait kerusakan parah, berupa lubang-lubang besar, di ruas Jalan Budi Utomo, yang merupakan jalur vital penghubung kawasan THR menuju Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu.
Kerusakan jalan, yang sebelumnya dikeluhkan warga seperti Adin karena membahayakan dan memicu kecelakaan, akan segera ditangani untuk sementara waktu.
Kepala Dinas PUPR Kota Kendari, Muh Ali Aksa, menegaskan komitmennya untuk segera mengatasi masalah tersebut.
“Iya insyaAllah akan ditangani segera melalui pemeliharaan rutin jalan bina marga. Waktu pelaksanaannya bisa koordinasi dengan bidang Bina Marga, mereka mengatur personel kegiatan lapangan,” ujar Ali Aksa, Kamis (11/12/2025).
Senada dengan Kadis, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kendari, Al Muna Mande, memastikan penanganan darurat akan dilakukan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini.
“Kemarin juga kita sudah arahkan ke anggota untuk Natal dan Tahun Baru insyaallah langsung kita tangani juga. Kemungkinan akhir-akhir (Desember) ini, sebelum Natal, kita sudah arahkan anggota untuk kerjakan itu juga,” ungkap Al Muna Mande.
Penanganan cepat ini dilakukan meskipun alokasi anggaran pemeliharaan rutin tahun 2025 telah habis.
Pihak Bina Marga bahkan menyatakan kesediaan untuk menangani pekerjaan tersebut dengan mekanisme mendahului anggaran (berutang) demi merespons aduan masyarakat.
“Walaupun kita pinjam (dana) kata merespon aduan masyarakat, supaya semua masyarakat kita ini merasa senang,” tambahnya.
Selain penanganan darurat, Al Muna Mande juga mengungkapkan bahwa Jalan Budi Utomo, khususnya ruas dari persimpangan Hotel De Bonte hingga Kopi Binar (Simpang 4 THR), telah masuk dalam perencanaan pengembangan jangka panjang menjadi dua jalur.
“Nah, itu kita sudah ada perencanaan untuk dua jalur. Agak lumayan besar juga itu dibutuhkan anggaran di situ. Prakiraan anggarannya sekitar 23 miliar,” jelasnya.
Perencanaan megaproyek dua jalur ini akan diusulkan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) dan memerlukan anggaran yang besar untuk dibongkar dan dibangun ulang.
Sementara itu, untuk penanganan secara komprehensif melalui pemeliharaan rutin, Muna Mande menjanjikan akan dimasukkan dalam agenda awal tahun 2026.
“InsyaAllah awal tahun (2026) dimasukkan pemeliharaan rutin tahun 2026. Tahun ini sudah habis,” tutupnya.
Jalan Budi Utomo diketahui merupakan aset baru Pemkot Kendari sepanjang 3 km dengan lebar 7m yang dibangun untuk memperlancar akses ke bandara dan wilayah Konawe, sehingga kerusakan yang terjadi menuai keprihatinan masyarakat.
Dengan adanya respons dan janji perbaikan dari Dinas PUPR, warga kini dapat sedikit bernapas lega.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar