Foto bersama usai pelaksanaan Pra-Riset di Desa Setu Bogor. RADARKENDARI.ID – Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, di bawah pimpinan Prof. Sofyan Sjaf, mengajak delegasi dari China Agricultural University (CAU) untuk meninjau persiapan pra-riset di Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Kunjungan ini merupakan bagian dari kemitraan program Data Desa Presisi guna menyiapkan riset bersama yang direncanakan pada tahun 2026.
Fokus utama dari kolaborasi internasional ini adalah transformasi pedesaan yang mencakup aspek sosial ekonomi, tata kelola desa, hingga pemberdayaan masyarakat.
Rombongan delegasi CAU yang dipimpin oleh Prof. Li Xiaoyun disambut langsung oleh Kepala Desa Setu.
Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan bagaimana implementasi Data Desa Presisi (DDP) yang dikembangkan FEMA IPB dapat menjadi instrumen efektif dalam pengambilan keputusan berbasis data di tingkat desa.
Data yang disajikan mencakup informasi spasial penggunaan lahan, kondisi demografi, hingga profil pendapatan masyarakat desa secara mendetail.
Selama kunjungan, delegasi CAU melakukan tinjauan lapangan ke berbagai fasilitas penting di Desa Setu, antara lain:
Sektor Pendidikan & Kesehatan: Meninjau bangunan sekolah (SD dan SMA) serta fasilitas kesehatan untuk memahami akses layanan dasar bagi masyarakat pedesaan.
Selanjutnya, Ekonomi Komunitas: Mengunjungi unit usaha yang dikelola BUMDes Desa Setu dan berdialog langsung dengan petani untuk melihat potensi ekonomi berbasis komunitas.
Terakhir, Pariwisata: Meninjau guest house milik desa sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan melalui sektor pariwisata.
Kunjungan ini merupakan langkah awal sebelum dimulainya riset lapangan mendalam pada Januari – Februari 2026.
Riset tersebut ditujukan untuk memperkuat sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan guna mendukung kesejahteraan desa.
FEMA IPB berharap sinergi antara IPB University dan China Agricultural University ini dapat menghasilkan solusi nyata bagi tantangan perdesaan di Indonesia, sekaligus mewujudkan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar