Warga Belakang MAN 1 Kendari Rogoh Kocek Pribadi Bersihkan Lingkungan

waktu baca 2 menit
Minggu, 28 Des 2025 10:17 155 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Pernyataan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari mengenai identifikasi titik penyumbat air di belakang MAN 1 Kendari mendapat respons keras dari warga setempat.

Warga menilai pemerintah selama ini tidak peduli dan justru warga sendirilah yang berupaya menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.

Doyo, salah seorang warga yang tinggal di kawasan belakang MAN 1 Kendari, mengungkapkan kekecewaannya.

Ia menegaskan bahwa selama ini tidak ada tindakan nyata dari pemerintah maupun pihak sekolah dalam menangani persoalan drainase dan sampah di lokasi tersebut.

“Enggak pernah diurus itu di situ, enggak ada yang peduli. RT juga masa bodoh,” ujar Doyo kepada pewarta media ini, Minggu (28/12/2025).

Ia menambahkan bahwa selama ini upaya pembersihan, mulai dari membabat rumput hingga menebang pohon yang menghalangi aliran air, dilakukan atas inisiatif dan biaya pribadinya.

Bahkan, ia harus membayar orang lain untuk membantu membersihkan kawasan tersebut karena kondisi sampah yang sudah bertumpuk parah.

“Tanya saja warga di situ, yang babat rumput saya, yang tebang pohon saya, yang bersihkan saya, termasuk saya bayar orang itu,” tegasnya.

Doyo juga menyoroti pihak sekolah MAN 1 Kendari yang dianggap kurang peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitar pagar sekolah mereka, meski tumpukan sampah terlihat jelas di sana.

“Bahkan banner himbauan dan larangan (membuang sampah termasuk info larangan lainnya) yang tertempel didinding juga saya pasang dengan harapan ada kepedulian maupun empati dari semua pihak. Tapi kenyataannya tidak ada yang peduli,” kata Doyo.

Klarifikasi ini muncul sebagai bantahan atas klaim peninjauan yang dilakukan pihak Pemkot maupun Dinas PUPR sebelumnya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan identifikasi tanpa tindakan konkret, serta lebih peka terhadap kondisi lapangan yang selama ini hanya ditangani oleh swadaya masyarakat.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA