Sudah Lima Kali Ganti Wali Kota, Jalan Tobimeita Kendari Belum Tersentuh Aspal

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Jan 2026 07:07 731 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Warga Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, mulai mencapai titik jenuh terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayah mereka yang tak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah kota.

Salah satu Jalan di Kelurahan Tobimeita. Opung, Warga setempat mengungkapkan jalan tersebut belum pernah tersentuh aspal meski Wali Kota Kendari sudah lima kali berganti.

Meski berstatus sebagai wilayah ibu kota provinsi, kondisi jalan di beberapa titik RT justru memprihatinkan dan belum pernah tersentuh aspal selama puluhan tahun.

Salah satu warga Kelurahan Tobimeita, Opung menyampaikan keluhan mendalam mengenai dampak buruk jalan rusak tersebut bagi kehidupan sehari-hari.

Ia menyoroti pergantian pemimpin di Kota Kendari yang seolah tidak membawa perubahan bagi wilayah mereka.

“Sudah berapa kali ganti Wali Kota, tapi jalanan kami belum pernah diaspal,” keluh Opung kepada pewarta media ini, Senin (19/01/2026).

Menurutnya, kondisi jalan ini menciptakan siklus penderitaan bagi warga. “Kalau musim panas, kami harus makan debu setiap hari. Sebaliknya, kalau musim hujan datang, jalanan berubah jadi becek dan berlumpur seperti kubangan.” tambahnya.

Salah satu jalan di Kelurahan Tobimeita kondisinya sangat memprihatinkan.

Opung juga menegaskan bahwa warga Tobimeita memiliki hak yang sama sebagai penduduk ibu kota untuk menikmati jalan yang layak sehingga mendukung mobilitas warga.

“Kami ini juga warga Kota Kendari, bukan warga di pelosok terpencil. Seharusnya perhatian pemerintah untuk perbaikan jalan itu merata, jangan hanya fokus di pusat kota saja,” tegasnya.

Ketua RT 10 Kelurahan Tobimeita, Rosnani, saat dikonfirmasi perihal kerusakan jalan di wilayahnya turut membenarkan.

Rosnani menyebut bahwa usulan perbaikan jalan selalu menjadi menu utama dalam setiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun realisasinya nihil.

“Kita sudah jenuh. Tiap tahun di Musrenbang itu terus yang kita usulkan. Sudah pernah datang diukur, eh ternyata tidak jadi lagi,” ujar Rosnani, Selasa (20/01/2026).

Berdasarkan data di lapangan, kondisi memprihatinkan ini melingkar dan melewati beberapa wilayah mulai dari RT 03, RT 07, RT 09, RT 10, hingga RT 11 dengan estimasi panjang mencapai 3 kilometer.

“Warga menyayangkan adanya informasi bahwa anggaran perbaikan jalan sempat dialihkan ke lokasi lain karena wilayah ini dianggap “belum mendesak” oleh pemerintah,” ungkap Rosnani.

Padahal, kata Rosnani, di RT 10 saja terdapat 50 KK dan di RT 11 mencapai hampir 60 KK yang setiap harinya bergantung pada akses jalan tersebut.

“Saat ini kami hanya bisa berharap pemerintah kota benar-benar merealisasikan pengaspalan demi kenyamanan dan keselamatan warga, serta membuktikan bahwa pembangunan di Kendari memang dilakukan secara merata,” ungkapnya.

Masyarakat Kelurahan Tobimeita berharap pemerintah bisa segera mengaspal jalan warga agar memudahkan mobilitas menuju akses layanan kesehatan dan sekolah warga setempat.

Rosnani mengungkapkan, selain jalan, di kawasan tersebut juga Minim Penerangan. wilayah ini sangat gelap saat malam hari karena ketiadaan lampu jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, pewarta media ini masih berusaha menghubungi Dinas terkait untuk mendapatkan tanggapan (hak jawab) atas pemberitaan ini.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA