Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman. RADARKENDARI.ID – Pemerintah Kota Kendari melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menetapkan arah kebijakan pembangunan tahun 2026 dengan prinsip efisiensi yang ketat.
Wali Kota Kendari melalui Kepala Bappeda Kota Kendari, Muhammad Saiful, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak akan menghalangi pencapaian target-target prioritas yang telah dicanangkan.
Dalam penjelasannya, Saiful memaparkan tiga fokus utama yang menjadi tulang punggung perencanaan pembangunan di Kota Kendari tahun 2026.
Pertama, Dukungan Program Strategis Nasional (PSN): Selaras dengan arahan pemerintah pusat, alokasi anggaran akan diprioritaskan untuk mendukung keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional di daerah.
Kedua, Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM): Pemerintah kota berkomitmen memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap optimal dan memenuhi standar yang telah ditetapkan secara nasional.
Ketiga, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD): Program kerja tetap berpijak pada visi-misi daerah yang tertuang dalam RPJMD guna menjaga kesinambungan pembangunan jangka panjang.
Meski ditekankan pada efisiensi, Saiful menepis anggapan bahwa pembangunan infrastruktur fisik akan terhenti total.
Ia memastikan bahwa proyek fisik tetap akan ada, terutama yang terintegrasi dengan Program Strategis Nasional dan kebutuhan mendesak daerah.
“Berbicara mengenai program prioritas, pembangunan fisik tetap ada. Apalagi PSN juga mencakup aspek fisik. Jadi, untuk Kota Kendari, kemungkinan besar (pembangunan fisik) masih tetap ada,” ujar Saiful, Selasa (27/06/2026).
Langkah ini diambil sebagai strategi adaptif dalam mengelola anggaran yang terbatas agar tetap memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Lulo.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar