Wakil Ketua Baznas Kota Kendari, H.Abdul Halim. RADARKENDARI.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Kendari mulai memanaskan mesin menjelang bulan suci Ramadan.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi ratusan pengurus masjid di seluruh wilayah Kota Kendari guna mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian zakat.
Bimtek digelar mulai hari ini Rabu (27/01/2026) sampai Kamis (28/01/2026), di Aula Kantor Baznas Kota Kendari.
Wakil Ketua BAZNAS Kota Kendari, H. Abdul Halim, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat krusial mengingat tantangan pengelolaan zakat yang semakin dinamis.
Hingga saat ini, proses pendaftaran peserta Bimtek terus berjalan. Abdul Halim menjelaskan bahwa sistem pendaftaran kali ini dilakukan secara lebih terorganisir untuk memastikan partisipasi aktif.
“Saat ini pendaftar baru mencapai hampir 100 orang. Kami akan menjalankan Bimtek ini secara bertahap, untuk sekarang masuk pada tahap satu dan dua,” ujar Abdul Halim, Selasa (26/01/2025).
Menurutnya, pola pendaftaran aktif ini sengaja diterapkan agar para peserta memiliki komitmen penuh untuk hadir dan menyerap materi.
Salah satu fokus utama BAZNAS Kendari tahun ini adalah meningkatkan kepatuhan zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui surat edaran pemerintah kota.
Abdul Halim optimis, jika potensi zakat dari ASN dan masyarakat umum terkelola maksimal, manfaatnya akan sangat luar biasa bagi kesejahteraan warga Kendari.
“Potensi zakat di Kendari ini sangat besar. Jika teroptimalisasi, kita bisa berbuat lebih banyak dari apa yang ada sekarang,” tambahnya.
BAZNAS Kendari juga mulai menggeser fokus penyaluran bantuan. Jika sebelumnya bantuan lebih banyak bersifat konsumtif, kini porsi untuk pemberdayaan ekonomi produktif akan ditingkatkan secara signifikan sesuai arahan BAZNAS Pusat.
Program-program yang sudah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat antara lain: Bantuan Biaya Pendidikan (Beasiswa), Bantuan Kesehatan melalui layanan RS Bhayangkara, dan Program Bedah Rumah bagi warga tidak mampu.
“Istilahnya, daripada kita terus-menerus memberikan ikan, tahun ini kita akan lebih banyak memberikan pancingnya agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi,” tegas Abdul Halim menutup pembicaraan.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar