Tim Terpadu Sultra Tinjau Lapangan, Dispensasi Jalan PT MCM di Konawe Dibahas Ketat

waktu baca 2 menit
Minggu, 22 Feb 2026 14:49 196 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Tim Terpadu Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan peninjauan lapangan sekaligus rapat koordinasi terkait permohonan perpanjangan dispensasi penggunaan jalan oleh PT Modern Cahaya Makmur (MCM), Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita itu berlangsung di area operasional PT TAS – PT MCM, Desa Sonai, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe.

Rapat dipimpin Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara dan diawali pemaparan kuasa direktur PT MCM mengenai rencana operasional angkutan.

Forum tersebut dihadiri unsur lintas sektoral, antara lain Polda Sulawesi Tenggara melalui Ditlantas/Subdit Kamsel, BPJN Wilayah Sultra, BPTD Kelas II Sultra, Dinas Perhubungan Provinsi serta Kabupaten/Kota, Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi, Satlantas Polresta Kendari, Satlantas Polres Konawe, Dinas PUPR Konawe, Datasemen Polisi Militer XIV/3 Kendari, perwakilan DPRD Konawe Komisi II, hingga Kepala Desa Sonai.

Berbagai rekomendasi strategis mengemuka guna menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas serta meminimalisir dampak kendaraan tambang terhadap infrastruktur jalan dan masyarakat.

Dari sisi kepolisian, Ditlantas Polda Sultra menekankan pentingnya pemasangan papan imbauan minimal 100 meter sebelum lokasi kegiatan, pengawasan ketat terhadap pengemudi angkutan operasional—khususnya untuk mencegah pengemudi di bawah umur—serta memastikan jalur lintasan tetap aman bagi pengguna jalan lainnya.

BPJN Wilayah Sultra menyoroti pembatasan jumlah armada sesuai kajian teknis, yakni maksimal 50 unit dump truck, dengan jam operasional direkomendasikan pukul 09.00 hingga 05.00 Wita.

Standar muatan maksimal juga wajib dipatuhi untuk mencegah kerusakan struktur jalan, mengingat di sejumlah titik masih ditemukan retak dan kerusakan.

Sementara itu, BPTD Kelas II Sultra bersama Dinas Perhubungan menegaskan kepatuhan terhadap kelengkapan perizinan, kelayakan kendaraan, pengawasan konvoi armada operasional, serta perlunya kendaraan maintenance mobile guna mengantisipasi gangguan teknis di lapangan.

Masukan turut disampaikan unsur legislatif dan pemerintah desa. Perwakilan DPRD Konawe Komisi II menyoroti perlunya pengamanan terhadap potensi pemalangan atau pungutan liar yang dapat menghambat operasional, serta mengusulkan pembentukan safety patrol untuk mencegah konvoi kendaraan tambang di jalan umum.

Kepala Desa Sonai berharap adanya pelibatan masyarakat dan peningkatan kualitas pengaspalan hingga ke titik site operasional.

Sebagai hasil rapat, Tim Terpadu memberikan kesempatan kepada pihak perusahaan untuk segera memenuhi seluruh kewajiban dalam berita acara dan melengkapi persyaratan administrasi maupun teknis sebelum dispensasi diperpanjang. PT MCM menyatakan kesiapannya menindaklanjuti seluruh rekomendasi.

Melalui koordinasi ini, diharapkan sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan aparat penegak hukum semakin kuat dalam menjaga keselamatan berlalu lintas, melindungi infrastruktur jalan, serta memastikan aktivitas operasional berjalan sesuai regulasi tanpa merugikan masyarakat.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA