Kadis PUPR Kendari Luruskan Salah Paham Soal Kawasan Tunggala : “Fokus Kami Mitigasi, Bukan Bantah Fakta Banjir”

waktu baca 2 menit
Selasa, 24 Feb 2026 23:59 497 redaksi

RADARKENDARI.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Jayadin, memberikan klarifikasi terkait polemik status kawasan Tunggala di Kelurahan Anawai.

Hal ini menanggapi adanya pemberitaan yang menyebut pihak PUPR tidak mengakui wilayah tersebut sebagai daerah rawan banjir.

Jayadin menegaskan bahwa dirinya sangat prihatin atas musibah banjir yang menimpa warga beberapa waktu lalu.

Ia meluruskan bahwa pernyataan sebelumnya bukan bermaksud meniadakan status kerawanan banjir, melainkan menjelaskan sebuah fenomena teknis yang ditemukan tim di lapangan.

Jayadin menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan tim PUPR, selama ini kawasan Tunggala relatif terkendali karena adanya sumbatan alami di area hilir yang berfungsi seperti kolam retensi darurat.

“Kejadian kemarin itu seperti banjir bandang karena ada sumbatan sampah dan lumpur yang cukup besar di plat duiker Budi Utomo. Sumbatan ini menahan air dalam volume besar sehingga membentuk kolam retensi alami,” jelas Jayadin.

Naasnya, akibat tekanan air yang sangat tinggi saat hujan deras, sumbatan tersebut jebol secara tiba-tiba. Inilah yang menyebabkan air meluap dengan volume yang tidak biasa ke pemukiman warga.

Alih-alih berdebat soal istilah, Jayadin justru melihat celah solusi permanen dari kejadian ini.

Ia berencana mengubah lokasi sumbatan alami tersebut menjadi sistem kendali air yang lebih modern.

“Hikmah yang kita ambil, kawasan ini ternyata potensial dijadikan kolam retensi permanen. Kita tinggal buat sistem buka-tutup (pintu air) yang diatur. Jadi saat volume air tinggi, kita bisa kendalikan alirannya agar tidak membebani pemukiman secara mendadak,” tambahnya.

Merespons adanya “tantangan” dari tokoh masyarakat setempat yang meminta pejabat merasakan langsung tinggal di lokasi banjir, Jayadin menanggapinya dengan sikap empati.

Ia menegaskan bahwa jajarannya terus memantau Tunggala dari pagi hingga malam sejak kejadian berlangsung.

“Kami tidak ada maksud menantang balik atau membantah kondisi warga. Fokus kami adalah data dan solusi teknis. Kami sudah turun ke lokasi sejak pagi buta untuk melihat akar masalahnya agar penanganan ke depan bukan sekadar jangka pendek, tapi permanen,” tegasnya.

Pihak PUPR pun mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan saluran drainase, mengingat sumbatan sampah menjadi pemicu utama jebolnya tanggul alami yang berujung pada banjir bandang tersebut.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA