Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam mendukung keselamatan transportasi nasional melalui kehadiran aktif pada Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026. RADARKENDARI.ID – Menyambut arus mudik dan balik Idulfitri 2026, Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam mendukung keselamatan transportasi nasional melalui kehadiran aktif pada Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026.
Rakor strategis yang digelar di Jakarta dan dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo itu mempertemukan sejumlah pejabat tinggi negara, pimpinan lembaga, TNI-Polri, hingga BUMN guna memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan selama periode Lebaran.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa peran Jasa Raharja tak sekadar membayarkan santunan kecelakaan, tetapi memastikan negara hadir secara cepat dan terintegrasi ketika risiko terjadi di tengah masyarakat.
“Kami memastikan negara hadir tanpa penundaan saat terjadi risiko kecelakaan. Fokus kami adalah percepatan jaminan dan penguatan keselamatan transportasi,” ujarnya.
Dalam Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja mengerahkan 2.000 petugas di seluruh Indonesia. Sebanyak 29 tim reaksi cepat dibentuk di 29 kantor wilayah, didukung 25 pos pelayanan terpadu bersama stakeholder serta 15 tenda taktis di titik-titik strategis.
Tak hanya itu, perusahaan juga menggelar 92 kegiatan dukungan keselamatan dan memasang 1.700 titik imbauan keselamatan lalu lintas guna menekan angka kecelakaan selama periode mudik.
Sejak Januari hingga Februari 2026, Jasa Raharja bersama Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan telah melakukan survei jalur tol dan arteri, termasuk pengecekan simpul-simpul krusial seperti Pelabuhan Bakauheni–Merak, untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan skema pengamanan.
Sementara itu, Wakapolri Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau turun 1,75 persen dibandingkan tahun lalu.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 dan 18–19 Maret, sedangkan arus balik pada 25–26 serta 28–29 Maret 2026.
Polri bersama seluruh stakeholder akan mengoptimalkan rekayasa lalu lintas seperti sistem ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone di pelabuhan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan.
Kehadiran lintas kementerian, lembaga, dan BUMN dalam Rakor ini menegaskan kuatnya sinergi nasional dalam menciptakan mudik yang aman dan berkeselamatan.
Bagi Jasa Raharja, perlindungan sosial bagi korban kecelakaan merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem keselamatan nasional.
Dengan dukungan penuh insan Jasa Raharja di seluruh Indonesia, skema asuransi kecelakaan dihadirkan sebagai wujud pelayanan prima kepada masyarakat, agar perjalanan mudik tahun ini tidak hanya lancar, tetapi juga aman dan terlindungi.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar