Kesal Antrean BBM Panjang, Pria di Kendari Ngamuk Bawa Parang di SPBU Berakhir Ditangkap Polisi

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Jun 2026 14:26 41 redaksi

RADAR KENDARI – Tim URC Buser77 Sat Reskrim Polresta Kendari berhasil meringkus seorang pria berinisial DJ (50) setelah nekat melakukan aksi premanisme dan membuat keonangan menggunakan senjata tajam jenis parang di SPBU Bonggoeya (SPBU Wulele), Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.

Aksi koboi jalanan yang terjadi pada Minggu (28/6/2026) siang itu sempat memicu kepanikan warga dan konsumen yang sedang mengantre bahan bakar minyak (BBM).

Kapolresta Kendari melalui Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welly Wanto Malau, membenarkan penangkapan tersebut.

Pelaku yang berprofesi sebagai wiraswasta ini diamankan tanpa perlawanan di Jalan Transito, Kelurahan Wua-Wua, pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 11.50 WITA.

“Benar, Tim URC Buser77 telah mengamankan pelaku tindak pidana gangguan terhadap ketentraman lingkungan menggunakan ancaman senjata tajam. Pelaku diamankan setelah kami menemukan bukti permulaan yang cukup,” ujar AKP Welly Wanto Malau dalam keterangan resminya.

Peristiwa menegangkan ini bermula pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 10.30 WITA. Saat itu, korban berinisial AI (32), seorang karyawan SPBU, sedang melayani pengisian BBM jenis Pertalite yang kondisinya tengah mengantre panjang.

Pelaku DJ yang ikut mengantre tiba-tiba merasa kesal dan emosi karena lambatnya pergerakan antrean. Ia kemudian berteriak-teriak di area SPBU hingga memicu adu mulut dengan konsumen lain yang merasa terganggu.

Tak terima ditegur, DJ sempat meninggalkan lokasi. Namun, tak lama berselang, ia kembali ke SPBU dengan membawa sebilah parang.

“Saat kembali, ada konsumen lain yang mencoba menegurnya. Pelaku yang tidak terima langsung mencabut parangnya dan membuat keributan di area SPBU,” jelas AKP Welly Wanto Malau.

Melihat aksi nekat pelaku, para konsumen yang berada di lokasi tidak tinggal diam. Mereka kompak mengejar pelaku hingga pria paruh baya tersebut lari kocar-kacir meninggalkan area SPBU.

Karena merasa terancam dan demi keselamatan publik, pihak manajemen SPBU langsung melaporkan insiden tersebut ke Polresta Kendari.

Berdasarkan hasil interogasi pihak kepolisian, pelaku DJ mengakui semua perbuatannya. Kepada penyidik, ia membeberkan alasan tak terduga yang memicu emosinya hari itu.

DJ mengaku nekat pulang ke rumah mengambil parang karena kesal mengantre terlalu lama. Kekesalannya bertambah karena menganggap harga BBM jenis Pertamax saat ini terlalu mahal, sehingga ia terpaksa mengantre Pertalite.

Selain itu, emosi pelaku makin tersulut karena mencurigai adanya praktik pelangsiran BBM di SPBU tersebut.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi DT 6491 EI yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya.

Atas perbuatannya, DJ kini harus mendekam di sel tahanan Polresta Kendari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA