Wali Kota Kendari Tinjau Lokasi Diduga Penyebab Banjir di Wua-Wua, Sedimen Pembangunan Perumahan Jadi Sorotan

waktu baca 3 menit
Selasa, 17 Mar 2026 17:10 183 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., bersama Wakil Wali Kota, Kapolres Kendari, Komandan Lanud Haluoleo, dan Sekretaris Daerah Kota Kendari meninjau langsung lokasi yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir di Kelurahan Wua-Wua, Senin (16/3/2026).

Lokasi yang ditinjau berada di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Wua-Wua. Di area tersebut terdapat lahan kosong yang kondisinya menyerupai cekungan besar dengan permukaan tanah berlumpur dan retak-retak.

Kawasan itu tampak seperti kolam lumpur alami yang terbentuk dari endapan sedimen akibat aliran tanah dan air dari area sekitar.

Di beberapa titik terlihat genangan lumpur berwarna kecokelatan, sementara di bagian lain tampak tanah yang tergerus membentuk alur-alur kecil.

Pada sisi bawah cekungan, terlihat aliran air kecil yang mengalir di antara tanah yang terkikis. Kontur tanah yang menurun serta bekas erosi menunjukkan bahwa kawasan tersebut berpotensi menjadi tempat penampungan air dan lumpur saat hujan deras turun.

Vegetasi di sekitar lokasi masih terlihat alami, dengan berbagai tanaman yang tumbuh di sekeliling area, termasuk pohon pisang dan pepohonan lainnya.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa area itu menjadi titik kumpul aliran air dari kawasan yang lebih tinggi.

Dalam peninjauan tersebut, wali kota turut didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kepala Dinas Perumahan Kota Kendari untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus mengkaji langkah penanganan yang akan dilakukan.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan awal, salah satu faktor utama yang memicu banjir di kawasan permukiman warga adalah tumpukan sedimen yang cukup besar akibat aktivitas pengembangan perumahan di sekitar wilayah tersebut.

“Setelah kami cek, ternyata salah satu faktor utamanya adalah tumpukan sedimen yang sangat besar dari aktivitas pengembang perumahan. Ini yang kemudian menyebabkan banjir besar di wilayah ini,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa aktivitas pembangunan perumahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak sepenuhnya diawasi dengan maksimal, sehingga menimbulkan dampak terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Menurutnya, kejadian banjir yang sempat melanda pemukiman warga di Kelurahan Wua-Wua menjadi evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengawasan terhadap aktivitas pembangunan.

“Ini juga menjadi kekeliruan dari internal kami karena pengawasan yang belum maksimal. Ke depan tentu harus kita perbaiki agar kejadian seperti kemarin tidak terulang lagi,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Kendari berencana melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemilik lahan di lokasi tersebut.

Langkah itu dilakukan agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari normalisasi endapan sedimen hingga penataan kembali sistem aliran air di kawasan tersebut.

“Pemkot akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk pemilik lahan, agar persoalan ini bisa segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang sama di kemudian hari,” pungkasnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA