Sekda Kendari “Warning” OPD Soal Stunting: Jangan Cuma Andalkan Dinas Kesehatan!

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Jul 2026 16:26 73 redaksi

RADAR KENDARI – Istilah “GENTING” mendadak menggema di Aula Samaturu Balai Kota Kendari pada Senin (13/7/2026).

Bukan karena ada situasi darurat perang, melainkan karena Pemerintah Kota Kendari sedang tancap gas mengevaluasi program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun 2026.

Dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, rapat ini mendadak riuh ketika sang Sekda memberikan “sentilan” keras kepada seluruh jajarannya.

Menurutnya, urusan anak kuntet alias stunting ini bukan cuma tugas satu-dua dinas saja.

“Persoalan stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan atau Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Ini adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh OPD,” tegas Amir Hasan dengan nada serius.

Amir Hasan blak-blakan membuka rapor pendataan ibu hamil dan balita di Kota Lulo yang ternyata masih “kebakaran jenggot”. Bagaimana tidak, dari target raksasa sekitar 36 ribu data yang harusnya masuk ke sistem, ternyata hingga hari ini baru sekitar 9 ribu data yang berhasil dihimpun.

Berarti, masih ada sekitar 27 ribu emak-emak hamil dan balita yang belum terpantau radar!

Melihat angka yang jomplang ini, Sekda langsung memberikan instruksi khusus kepada para Camat, Lurah, kader Posyandu, RT/RW, hingga Tim Penggerak PKK untuk turun gunung dan jemput bola.

Tak mau mendengar alasan klasik soal gagap teknologi atau sistem error, Amir Hasan memberikan solusi yang anti-ribet.

“Kalau ada kesulitan menggunakan sistem online, lakukan dulu pendataan secara manual. Yang penting datanya terkumpul dan valid, sehingga bisa menjadi dasar intervensi yang tepat,” ujarnya memberi solusi praktis.

Dalam kacamata Pemkot Kendari, penanganan stunting itu ibarat merajut kain yang putus.

Indikatornya saling berkaitan erat—mulai dari kesehatan ibu dan anak, asupan gizi, sanitasi lingkungan yang bersih, hingga urusan validitas data keluarga yang berisiko.

Oleh karena itu, lewat rapat evaluasi program GENTING ini, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Kendari diminta untuk memperkuat koordinasi dan rutin melakukan evaluasi berkala. Jangan sampai program keren ini cuma jadi pemanis di atas kertas.

Rapat strategis ini pun dihadiri oleh “pasukan lengkap” Pemkot Kendari, mulai dari jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, para camat, lurah, kepala puskesmas, hingga emak-emak tangguh dari Tim Penggerak PKK Kota Kendari.

Akankah gerakan GENTING ini sukses menyapu bersih angka stunting di Kendari? Kita tunggu aksi nyata para pejabat dan kader di lapangan!

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA