Kadin Sultra sinergi dengan Korem 143 HO dan TVRI menggelar Nobar Piala Dunia 2026. Ilustrasi : Kendari News RADAR KENDARI – Apa jadinya kalau markas tentara yang biasanya lekat dengan kesan disiplin ketat, tiba-tiba berubah menjadi pusat perputaran uang, aroma kuliner yang menggoda, plus tempat nonton bareng (nobar) yang super seru?
Fenomena unik ini benar-benar terjadi di Bumi Anoa. Korem 143/Halu Oleo (HO) sukses “kawin silang” strategi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menggelar Festival Rakyat 2026.
Bukan cuma sehari-dua hari, hajatan super ramai ini digeber selama hampir dua pekan, mulai 9 hingga 20 Juli 2026. Konsepnya? Memadukan pasar UMKM, hiburan rakyat, dan nobar berlisensi resmi dalam satu paket lengkap.
Jika biasanya nobar adalah menu utama, di Festival Rakyat 2026 ini rumusnya dibalik. Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menegaskan bahwa panggung utama justru milik para pelaku usaha lokal. Nobar legal yang digelar malam hari hanyalah hidangan penutup yang manis.
“Berbeda dengan kegiatan nobar pada umumnya, Festival Rakyat 2026 menjadikan Pasar UMKM sebagai aktivitas utama. Sejak siang hingga malam, masyarakat dapat menikmati beragam produk unggulan lokal, kuliner, kerajinan, hingga fesyen hasil karya pelaku usaha daerah,” ungkap Anton Timbang kepada KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID, Senin (13/7/2026).
Tak hanya belanja, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai pertunjukan seni budaya, permainan rakyat, hingga ruang berkumpulnya berbagai komunitas kreatif.
Usut punya usut, festival nyentrik ini ternyata bukan gerakan lokal semata, melainkan bagian dari agenda nasional yang digelar serentak di 38 provinsi. Strateginya cerdik: memanfaatkan venueKorem/Kodam dan Polda sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Bagi Kadin Sultra, momen ini adalah panggung emas untuk pamer otot ekonomi. Sebagai motor penggerak bisnis daerah, Kadin langsung tancap gas menghubungkan: Sponsor kakap & Perbankan, Pelaku UMKM & Perusahaan daerah, dan Event Organizer (EO) & Komunitas Bisnis.
“Kolaborasi ini tidak hanya membuka peluang promosi bagi produk lokal, tetapi juga menciptakan potensi kerja sama bisnis melalui penyediaan booth pameran, sponsorship, hingga berbagai bentuk aktivasi usaha lainnya,” tambah Anton.
Selain bikin dompet UMKM makin tebal, festival ini punya misi terselubung yang menyentuh hati: meruntuhkan sekat antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil.
Lingkungan Korem 143/HO yang biasanya formal kini menjadi ruang interaksi yang hangat antara prajurit TNI dan warga.
Begitu pula dengan keterlibatan kawasan Polda yang semakin mempertegas citra Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang humanis.
“Melalui sinergi Korem 143/HO, Kadin Sultra, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat, Festival Rakyat 2026 kita harapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan yang memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Anton Timbang.
Jadi, buat warga Sultra yang bingung mau menghabiskan malam ke mana hingga 20 Juli nanti, markas Korem 143/HO adalah jawabannya. Kapan lagi bisa belanja kuliner lokal sambil disenyumi pak tentara?
Sekedar informasi, artikel berita ini sebelumnya sudah terbit di media online berjudul “Kolaborasi Korem 143/HO dan Kadin Sultra Hadirkan Festival Rakyat, Dorong Ekonomi Lokal” edisi Senin (13/07/2026).
Penulis : Muhammad Rajib
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar