Sukses Kendalikan Inflasi, Pemprov Sultra Mendapat Apresiasi Pemerintah Pusat

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Sep 2024 21:49 116 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mencatat prestasi gemilang dalam pengelolaan ekonomi daerah pada bulan Agustus 2024. Prestasi ini diraih melalui kemampuan Sultra dalam menurunkan angka inflasi secara year on year (y-on-y) menjadi 1,62%. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan dari 1,73% pada bulan sebelumnya dan berhasil berada di bawah rata-rata inflasi nasional yang mencapai 2,12%.

Keberhasilan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diadakan secara virtual pada Selasa (03/09/2024). Dalam Rakor tersebut, Sultra mendapat perhatian khusus karena mampu mencatatkan angka inflasi yang termasuk dalam 10 provinsi terendah di Indonesia. Pimpinan Rapat Kepala BKSDN, Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya konsistensi dan strategi intervensi yang dilakukan oleh daerah untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan barang.

“Kami mengapresiasi daerah yang telah menunjukkan konsistensi tinggi dalam pengendalian inflasi. Namun, kami mendorong agar langkah-langkah intervensi yang dilakukan lebih bervariasi dan strategis,” ungkap Yusharto.

Selain Yusharto, narasumber dalam Rakor ini juga memberikan pandangannya,
Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Dr. Nyoto Suwignyo, juga memberikan penjelasan mengenai kondisi harga bahan pokok di Sultra. Menurutnya, meskipun harga cabe dan beras mengalami kenaikan, hal ini masih dalam batas yang terkendali.

Ditempat terpisah, Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, mengungkapkan bahwa penurunan angka inflasi ini tidak lepas dari upaya dan kerjasama berbagai pihak di Sultra. Penurunan inflasi ini menempatkan Sultra pada peringkat ke-8 terendah secara  y-on-y dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.

“Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan stabilitas ekonomi, tetapi juga menunjukkan efektivitas langkah-langkah pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait,” ungkap Andap.

Lebih lanjut, Andap menjelaskan bahwa penurunan inflasi ini didorong oleh pengendalian harga pada beberapa komoditas utama. Tiga komoditas yang paling berkontribusi terhadap inflasi di Sultra yakni beras dengan andil 0,67%, sigaret kretek mesin sebesar 0,44%, dan emas perhiasan 0,23%. Sedangkan yang meredam laju inflasi adalah tomat dengan andil 0,16%, ikan layang atau ikan benggol sebesar 0,13%, dan angkutan udara sebesar 0,10%,” jelas Andap.

Andap juga mengungkapkan bahwa secara bulanan, Sultra bahkan mengalami deflasi sebesar -0,27%. “Deflasi ini didorong oleh penurunan harga pada beberapa komoditas, seperti tomat yang berkontribusi sebesar 0,08%, bawang merah sebesar 0,06%, dan ikan layang sebesar 0,05%,” paparnya.

Didukung inflasi secara spasial Andap memastikan bahwa inflasi year on year di empat kabupaten/kota di Sultra, yaitu Kabupaten Konawe, Kabupaten Kolaka, Kota Kendari, dan Kota Baubau, masih berada dalam rentang yang terkendali, yaitu antara 1,5% hingga 3,5%. Dari empat wilayah tersebut, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Konawe dengan angka 0,88%, sementara inflasi tertinggi terjadi di Kota Baubau yang mencapai 2,01%.

Selanjutnya angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) Sultra dijelaskan Andap pada minggu ke-V bulan Agustus 2024 sebesar -1,68 (deflasi), masih terus terjaga dan ikut menempatkan Sultra di posisi ke-36 dari 38 provinsi, menjadikannya salah satu dari tiga provinsi dengan IPH terendah. “Adapun komoditas andil penyumbang angka IPH adalah bawang merah, daging ayam ras, dan beras.

Di antara 13 kabupaten/kota non-IHK di Sultra, Kabupaten Buton Tengah tercatat memiliki IPH tertinggi sebesar -0,04, dengan komoditas andil utama adalah telur ayam ras, bawang merah, dan gula pasir. Sedangkan Kabupaten Bombana mencatat IPH terendah sebesar -4,53, dengan komoditas andil utama adalah daging ayam ras, beras, dan bawang merah.

Terakhir Andap mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota, Bupati dan Walikota, serta seluruh stakeholder terkait atas capaian penurunan inflasi ini. “Terima kasih kepada unsur pemerintah daerah, stakeholder terkait, dan masyarakat yang telah berperan aktif menjaga stabilitas harga dan pasokan sehingga angka inflasi kita turun, serta berbagai langkah strategis yang telah kita lakukan bersama,” pungkasnya. (adm)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA